Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Pelajar Kelas III SMA di Sikka Tewas Gantung Diri
HUKUM DAN KEAMANAN

Pelajar Kelas III SMA di Sikka Tewas Gantung Diri

By Redaksi28 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi gantung diri (Sumber: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pelajar Kelas III SMAK St. Petrus Kewapante, Kabupaten Sikka ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi.

Remaja bernama Theresia Dolvina tersebut ditemukan oleh kakak sepupunya, Cindy Claudia pada Senin (27/04/2020) siang pukul 11:30 di kediaman mereka di Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Sikka.

Cindy yang juga guru di SMAK St. Petrus Kewapante tersebut tak menemukan Dolvina saat sampai di rumah sepulangnya dari sekolah.

Setelah beberapa lama mencari, Cindy akhirnya membuka pintu kamar mandi dan menemukan sang adik tergantung pada seutas tali berwarna biru.

Cindy akhirnya memotong tali tersebut dan membawa adiknya ke RS Kewapante. Akan tetapi, nyawa Theresia tak tertolong.

Kapolsek Kewapante, Margono yang dihubungi VoxNtt com pada Senin sore, membenarkan kejadian tersebut.

Meski demikian, belum diketahui alasan Dolvina melakukan bunuh diri.

“Keluarga masih syok dengan kejadian ini dan masih berduka,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAK St. Petrus Kewapante Ferianus Kolo mengatakan pihak sekolah sangat berduka atas kepergian Dolvina.

Ferianus menuturkan pihaknya mendapat informasi tersebut kurang lebih pukul 12.00 Wita.

“Kami baru selesai pertemuan dengan pihak yayasan dan mendengar itu kami semua langsung ke rumah sakit tetapi sampai di sana dia sudah di kamar mayat,” terangnya.

Terkait kepribadian Dolvina, Ferianus menyebutkan anak yang baik.

“Kalau selama ini yang saya tahu dia anak baik. Cuman hampir sebulan ini mereka belajar di rumah sehingga kami tidak tahu perkembangan terakhir,” tandasnya.

Ferianus menambahkan beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19, Dolvina sempat beberapa kali mengalami kerasukan di sekolah.

Akan tetapi, dirinya enggan mengaitkan peristiwa sebelumnya dengan kejadian hari ini.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleCegah Covid-19, Pemdes Ngampang Mas Siapkan Tempat Tampung Pelaku Perjalanan
Next Article Polisi Masih Dalami Kasus Warga Disabet Senjata Tajam di Wersawe Mabar

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.