Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Selama Masa Pandemi, 1.946 Perempuan Nagekeo Positif Hamil
NTT NEWS

Selama Masa Pandemi, 1.946 Perempuan Nagekeo Positif Hamil

By Redaksi1 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Ibu Hamil (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pandemi Covid-19 di Indonesia diduga turut membawa dampak lain bagi sejumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dan realisasi penggunaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon).

Di Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur, 1.946 wanita dilaporkan hamil selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data informasi dari Dinas Kesehatan kabupaten Nagekeo, selama Januari hingga Maret, jumlah ibu hamil di tahun 2020 tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2019, yang hanya terjadi 1.879 kehamilan di tiga bulan awal, Januari hingga Maret.

Pembatasan Sosial (social distance) diduga menjadi pemicu meningkatnya populasi ibu hamil di wilayah ini.

“Selama pandemi Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Nagekeo mengaku tak bisa melakukan sosialisasi kepada pasangan usia subur (PUS) karena adanya pemberlakuan aturan pembatasan sosial (Social Distancing),” kata Serly Nuwa, Sekretaris BKKBN Kabupaten Nagekeo, Kamis 30 April 2020.

Akibat pembatasan sosial, kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat hanya dapat dilakukan secara perorangan pada saat kunjungan ke fasilitas kesehatan ( Faskes) seperti, Puskesmas, Polindes, dan Posyandu.

Peningkatan jumlah wanita hamil terpantau berbanding lurus dengan menurunya jumlah penggunaan alat kontrasepsi.

Data BKKBN Kabupaten Nagekeo pada bulan Maret tahun 2020 mencatat penurunan penggunaan alat kontrasepsi secara drastis.

Untuk alat kontrasepsi jenis Implant, dari 420 Set yang disediakan hanya satu set yang digunakan. Pil KB, dari 4.500 strip yang tersedia hanya hanya 558 strip yang digunakan.

Kondom, dari 240 Dos, hanya 1,5 lusin saja yang digunakan. Suntikan, dari 4.180 vial, hanya 582 vial yang digunakan. Sedangkan alat kontrasepsi jenis IUD, dari 50 Set yang disediakan bahkan sama sekali belum digunakan.

Penulis: Patrick Djawa

Editor: Irvan K

covid-19 Nagekeo
Previous ArticleCegah Penyebaran Covid-19, Wabup Army Kontrol Pintu Masuk TTS di Batuputih
Next Article Tak Hanya Gratiskan Biaya Kesehatan, SBS Kembali Angkat 3 Tenaga Medis Jadi Teko

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.