Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Sempat Polemik, Patung Marilonga Kini Dipuja-puji
Seni dan Budaya

Sempat Polemik, Patung Marilonga Kini Dipuja-puji

By Redaksi8 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Patung Marilonga saat ini dibangun kembali setelah adanya polemik di masyarakat (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pembangunan Patung Marilonga yang sempat polemik, kini dipuja-puji di kalangan masyarakat Kabupaten Ende, NTT. Pujian warga di saat tampak patung pahlawan Marilonga yang sejatinya lebih gagah, tegas dan beraura.

Sikap apresiasi terus mengalir di media sosial. Baik terhadap pembuat patung maupun terhadap pemerintah yang telah bijak menganggantikan patung itu.

“Luar biasa karyanya, Top,” tulis Agoes Flores yang dikutip dari grup Facebook Ende_Flores_NTT.

Puji-pujian terhadap sosok pahlawan asal Ende tersebut terus membanjiri di grup itu. Mayoritas dari mereka menginginkan agar corak patung minimal lebih dekat dengan sosok Marilonga yang gagah perkasa.

“Nah, ini baru benar-benar patung terlihat gagah perkasa,” tulis Berto Oktavian.

Sementara sebagian lain mengusulkan taman patung tersebut perlu ditata lebih baik. Agar, lebih bebas dan mudah dipandang tanpa ada halangan apapun.

Patung Marilonga yang dibangun sebelumnya mendapatkan banyak kritikan masyarakat (Foto: Copy Right)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ende, Fransiskus Lewang menyatakan pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan.

Termasuk dengan penataan dan pemasangan lampu-lampu taman sekitar.

“Diupayakan tahun 2020 dilakukan pembenahan. Saat ini, tim teknis sedang memeriksa di lokasi,” kata Fransiskus setelah dikonfirmasi, Jumat (08/05/2020) pagi.

Sama halnya dengan taman patung Marilonga, jelas Frans, Taman Bharanuri juga akan dibenahi lebih bagus lagi.

Menurutnya, Kota Ende sebagai ikon keluar masuknya orang perlu diatur dan ditata rapi sesuai karakteristik daerah.

“Jadi, semua masukan dan saran masyarakat kita pertimbangkan. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah,” ucap Frans.

Secara administratif, jelas Frans, proyek pembangunan Patung Marilonga dan Patung Bharanuri masih dikerjakan oleh CV Elischa Jaya dengan anggaran senilai Rp 227 Juta.

Kini proyek tersebut sedang menjalani masa denda lantaran adanya polemik pembangunan kedua patung sebelumnya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSebut Uang Hilang Adalah Musibah, Pemdes Nenbura Berupaya Tetap Laksanakan Kegiatan  
Next Article Seruduk Portal Pemantauan Covid-19, Polisi di Ngada Masuk UGD

Related Posts

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.