Salah satu pedagang sayur, Anselmia Pare (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
alterntif text

Maumere, Vox NTT- Eks pedagang sayur dan ikan dari Geliting yang dipindahkan ke Pasar Wairkoja mengeluh alami kerugian.

Hal ini berbeda dengan sebelumnya saat mereka masih berjualan di Geliting, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

“Waktu pindah ke Wairkoja saya bawa modal kurang lebih Rp 2 juta sekarang tidak ada sisa. Pembeli sulit dan barang yang sudah dibeli akhirnya rusak,” ungkap salah satu pedagang sayur, Anselmina Parekepada VoxNtt.com di Geliting, Selasa (30/06/2020) malam.

Pedagang lainnya, Yohanes Fernandes Nong Son mengeluhkan hal serupa. Pedagang ikan ini mengaku terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli lebih banyak es agar menjaga ikan tidak rusak.

Meski segala upaya dilakukan tetap saja mereka kesulitan pembeli.

Mereka menduga pembeli enggan mendatangi lokasi jual mereka karena letaknya jauh. Sementara itu, di saat bersamaan ada juga pedagang ikan dan sayur yang dibiarkan berjualan di Waipare.

Anselmina dan Nong Son serta rekan-rekannya telah dipindahkan dari lokasi sebelumnya sejak Kamis (18/06/2020) lalu.

Pada prinsipnya mereka ingin mematuhi kebijakan Pemda Sikka. Akan tetapi, mereka ingin Pemda pun memikirkan solusi terkait pembeli yang enggan datang ke Pasar Wairkoja di luar hari pasar yakni setiap Jumat.

“Kami dukung pemerintah tetapi kami minta pemerintah pikirkan kami juga. Lalu, kalau kami pindah sementara yang lainnya tidak maka sama saja, orang mau beli tidak perlu ke Wairkoja,” tegas Nong Son.

Sebagai bentuk protes, beberapa pedagang turun berjualan di lokasi eks Pasar Geliting pada Selasa (30/6/2020) malam hari. Mereka mengaku telah menyampaikan keluhan mereka kepada Bupati Sikka, Robi Idong.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba