Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Video: Danau Rana Kulan, Aset Wisata Tersembunyi di Matim
NTT NEWS

Video: Danau Rana Kulan, Aset Wisata Tersembunyi di Matim

By Redaksi8 Juli 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Matim, Heremias Dupa saat mengunjungi Danau Rana Kulan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Paduan antara tebing yang tinggi, hutan yang hijau dan air yang jernih membuat danau Rana Kulan semakin indah dipandang mata. Siulan burung-burung langka pun terdengar ketika mendatangi tempat ini.

Destinasi wisata ini sangat cocok untuk berakhir pekan, melepas lelah dan mencari inspirasi baru dalam hidup.

Alam yang eksotik, didukung oleh pesona alami danau ini dapat menjadi obat segala kepenatan.

Untuk sampai ke Rana Kulan dapat ditempuh dalam waktu 4 jam dari Borong ibu kota Manggarai Timur. Selain dari Borong, akses ke sana juga bisa ditempuh dari Bea Laing, Kecamatan Poco Ranaka.

Dalam perjalanan Anda akan melewati jalan yang berlubang, hutan, juga perkampungan warga. Kendati demkian rasa lelah itu akan terobati ketika ada tiba di danau Rana Kulan.

Selain danau ini, Anda juga akan menikmati keindahan tujuh danau lainnya yakni Rana geleng, Kipo, Rawuk, Katol, Paku, Wencu Wohan dan Rana Sambi. Namun, danau-danau tidak seluas Rana Kulan.

Ketua DPRD Manggarai Timur, Yeremias Dupa mengatakan destinasi wisata danau Rana Kulan merupakan aset wisata alam yang menarik.

Hanya saja kata dia, pengembangan potensi wisata itu membutuhkan konsep kebijakan secara bersama baik pemkab, DPRD maupun pemerintah desa.

Danau Rana Kulan DPRD Matim Manggarai Timur Yeremias Dupa
Previous ArticleSarat Masalah, Warga Nginamanu Desak PT BIS Hentikan Operasi
Next Article Ciptakan Market Place, Bupati Ende Apresiasi BUMDes Au Wula Detusoko

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.