Seorang anak sedang melintas di Sungai Wolowona Ende, NTT (Foto: Damianus Manans)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Sungai Wolowona di Kabupaten Ende, NTT sedang direncanakan sebagai spot wisata baru. Sungai tersebut bahkan didorong sebagai obyek wisata penunjang terhadap kawasan wisata Taman Nasional Kelimutu.

Selain dimanfaatkan sebagai irigasi dan pengolahan air minum oleh PDAM, sungai tersebut akan dijadikan akses wisata ke Danau Kelimutu.

Balai Sungai Nusa Tenggara II Kupang dan Forum Masyarakat Peduli Sungai Wolowona (FMPSW) sedang mengkaji hal itu, termasuk risiko atau kesulitan yang akan muncul nanti.

“Kita sedang memikirkan karena selama ini banyak dimanfaatkan sungai tersebut. Kita akan sisipkan itu, untuk akses pariwisata. Dari Ende ke Kelimutu tapi melalui sungai, nah itu brandingnya,” kata Ferdinandus Watu, Ketua Masyarakat Peduli Sungai dalam kegiatan Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Angalius Wake Kako dan Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara II, Agus Setiowan di Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende belum lama ini.

Ferdinandus menyatakan konsekwensi dari gagasan itu akan didiskusikan dengan banyak pihak. Sebab, selain dimanfaatkan sebagai irigasi warga sungai tersebut kini juga sebagai sumber air minum yang dikelola PDAM serta dimanfaatkan untuk kepentingan listrik.

Kepala Desa Detusoko Barat ini menambahkan, pihaknya sedang berupaya melestarikan sungai sepanjang kurang lebih 50 hingga 60 kilometer tersebut. Sungai tersebut, kata dia, sangat berpotensi sebagai akses pariwisata dalam beberapa waktu ke depan.

“Kita akan agendakan untuk berkomunikasi dengan banyak pihak. Ya, bahas tentang potensi sungai itu,” ucap Ferdinandus.

Ia mengakui, kesulitan yang dialami ialah perilaku masyarakat membuang sampah sembarang. Selain itu, penggunaan pupuk kimia oleh petani yang mengakibatkan pencemaran air.

Untuk mengatasi itu, pihaknya mengusulkan untuk mendirikan sekolah sungai. Sekolah itu untuk menciptakan orang-orang muda dalam pengendalian sungai untuk kepentingan area wisata menuju Kelimutu.

“Ini juga nanti kita diskusikan, apakah ruang ini dimungkinkan, nantilah,” ujar Ferdinadus.

Sementara Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara II, Agus Setiowan mengatakan pengendalian sungai dalam rangka melestarikan lingkungan hidup menjadi tujuan kerjanya.

Menurutnya, potensi-potensi itu mesti diangkat sebagai penunjang objek wisata utama seperti Danau Kelimutu. Jika dipandang sebagai keuntungan terlebih masyarakat di yang hidup di kawasan sungai, maka gagasan wisata sungai Wolowona perlu diciptakan.

“Tapi ini nanti kembali kepada masyarakat. Jika ada usulan itu maka akan diupayakan membangun kawasan wisata sungai itu,” kata Agus.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan jika hasil diskusi pelbagai pihak direkomendasikan untuk menata kawasan wisata Sungai Wolowona. Secara teknis, tentu pihaknya akan mendorong kawasan sungai itu menjadikan objek wisata penunjang.

“Kami menunggu bagaimana perkembangan nanti, termasuk sekolah sungai yang diusulkan tadi,” tutur dia.

Hal serupa juga disampaikan Anggota DPD RI Angelius Wake Kako. Menurutnya, jika kawasan wisata Sungai Wolowona terwujud tentu akan memberi dampak positif bagi warga sekitar terutama kaula muda.

Ia mengingatkan para pemuda di kawasan Sungai Wolowona agar menangkap peluang tersebut dalam usaha-usaha kreatif.

“Pak Kepala Balai Sungai bisa mendorong ini, jika semua sepakat termasuk sekolah sungai itu. Itu sangat penting terutama orang-orang muda,” katanya.

“Jadi, harapan saya orang muda-lah yang bisa menangkap peluang ini. Termasuk masyarakat-masyarakat sekitar, bisa manfaatkan untuk kepentingan ekonomi,” tutur Angelius.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba