Bupati Nagekeo, dr. Yohanes Don Bosko Do mendampingi Wakil Ketua MPR RI H. Jazilul Fawaid di Aula Hotel Pepita, Mbay. (Foto: Patrick/Vox NTT)
alterntif text

Mbay, Vox NTT-Kegiatan seminar Empat Pilar Kebangsaan diselenggarakan di Aula Hotel Pepita Nagekeo, Rabu (29/07/2020). 

Kegiatan itu terlaksana atas kerja sama antara Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dengan Gerakan Pemuda Ansor Nagekeo dengan peserta dari anggota Parpol PKB dan NasDem, serta Ormas Pemuda Katholik Nagekeo dan para pendamping desa.

Seminar Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo menjadi salah satu agenda dalam kunjungan Wakil Ketua MPR RI, H. Jazilul Fawaid bersama Anggota DPR RI Partai PKB N.M Dipo Nusantara Pua Upa. Keduanya sekaligus menjadi pemateri dalam seminar tersebut.

Baca Juga: PKB dan GP-Ansor Dominasi Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Nagekeo

Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosko Do, dalam sabutannya menyampaikan bahwa N.M. Dipo Nusantara Pua Upa adalah orang pertama dari Nagekeo yang berhasil menjadi wakil rakyat di lembaga DPR RI di Jakarta.

Dia menggunakan istilah “pecah telur” untuk memuji N.M. Dipo Nusantara Pua Upa sebagai yang pertama menjadi anggota DPR RI asal Nagekeo.

“Pak Dipo ni orang yang pecah telur untuk Nagekeo dalam tiga dekade terakhir. Bukan dari mana-mana, tapi justru dari PKB yang mendudukan orang Nagekeo di Senayan. Jadi ini adalah sejarah dan bukan basa basi lagi. Jadi Pak Dipo ini benar-benar menjadi kebanggaan kami,” ungkap Bupati Don.

Menurut Bupati Don, perekat Indonesia berada di Pulau Jawa, yang mana telah menjadi pengikut terbesar organisasi Nahdatul Ulama atau NU.

PKB sebagai operator dalam politik praktis dan politik kekuasaan di bawah naungan NU, dikatakannya, harus tetap menjadi sebagai rumah besar.

Rumah yang terus merekat Indonesia bersama partai politik lainnya. PKB harus terus membangun kekuatan sosial politik dan sosial kemasyarakatan demi kemakmuran Negara Republik Indonesia.

“Kalau PKB-nya jadi kecil dan ciut, mungkin kami akan ancang-ancang untuk memisahkan diri dari Indonesia,” kata Bupati Don, lalu disambut gelak tawa dan tepukan tangan para peserta.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, N.M. Dipo Nusantara Pua Upa menimpali bahwa Bupati Nagekeo, dr. Yohanes Don Bosko Do adalah kader PKB. Untuk sementara, dia waktu bertugas sebagai Ketua Partai NasDem Nagekeo.

“Tapi karena ada sesuatu, ya, beliau ngomong ke saya, ya kita ikhlaskan sementara. Karena ada sesuatu,” timpal Dipo Nusantara Pua Upa.

Sebagai informasi, Yohanes Don Bosko Do bersama Wakilnya Marianus Waja memenangi Pilkada Nagekeo pada tahun 2018 lalu. Keduanya diusung oleh dua partai yakni PKB dan Gerindra.

Keduanya ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Kabupaten Nagekeo setelah mengungguli sembilan ratus lebih suara dari pasangan Paulinus Yohanes Nuwa Veto dan Marselinus F. Aji Bupu yang diusung partai NasDem dan PDIP.

Namun, usai dilantik menjadi Bupati pada Desember 2018, Bupati Don kemudian dipercayakan menjadi Ketua DPD Partai NasDem Nagekeo hingga saat ini.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba