Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Komitmen Bupati Djafar Soal Kebijakan New Normal, Apa Kabar?
KESEHATAN

Komitmen Bupati Djafar Soal Kebijakan New Normal, Apa Kabar?

By Redaksi1 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pengunjung nampak tidak mengenakan masker saat berkunjung ke Pasar Mbongawani Ende karena tidak ada petugas penjagaan yang pernah dijanjikan Bupati Djafar (Foto : Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kebijakan pemerintah pusat soal tatanan hidup baru (New Normal) selama pandemi Covid-19 memang berlaku di seluruh tanah air. Tak terkecuali, metode hidup baru itu juga diterapkan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Kebijakan ini ditetapkan setelah langkah-langkah mitigasi dan penanganan Covid-19 oleh pemerintah sudah berjalan maksimal. Masyarakat diberi kebebasan dengan boleh beraktivitas biasa tapi tetap menerapkan protokol kesehatan, itulah yang dimaksud dengan kehidupan normal baru.

Namun, kebijakan tersebut tak bisa berjalan efektif di Kabupaten Ende di tengah meningkatnya kasus korona di tanah air.

Bupati Ende H. Djafar H. Achmad pada Kamis 28 Mei lalu pernah bilang, akan merekayasa aktivitas orang dengan mematuhi tata protokol kesehatan. Terutama di pasar-pasar di Ende termasuk Pasar Mbongawani.

Pasar Mbongawani Ende (Foto : Ian Bala/VoxNTT)

Mengukur suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker serta menghindari kerumunan massa ialah tata protokol normatif yang ditekan Bupati Djafar saat itu. Kata dia, pemerintah akan tetap mengontrol aktivitas masyarakat selama kebijakan New Normal diterapkan.

“Setiap pembeli nanti dicek suhu tubuh, cuci tangan dan boleh bisa masuk untuk belanja. Harus mulai disiplin diri kita sendiri,” ucap Djafar dalam acara Launching penyerahan BLT di Aula Fird, Nanganesa.

Tidak cuma itu, Bupati Djafar pernah berjanji akan menempatkan petugas di Pasar Mbongawani untuk menertibkan masyarakat yang tidak mematuhi tata protokol kesehatan.

Terhadap warga yang melanggar peraturan tersebut akan diberi peringatan dan dipulangkan. Termasuk para pedagang akan diingatkan menjalani tata protokol kesehatan.

Selain itu, penempatan petugas yang dijanjikan Bupati Djafar juga untuk mengecek suhu tubuh pengunjung serta untuk mengatur lalu lintas pasar.

Komitmen Bupati Djafar sejak dibuka tatanan hidup baru pada pertengahan Juni lalu justru meleset.

Pengamatan VoxNtt.com, ada kelonggaran yang dikuasai masyarakat secara bebas tanpa menjalani aturan kesehatan meski kurva penanganan Covid-19 kembali normal.

Para pengunjung nampak tidak mengenakan masker saat berkunjung ke Pasar Mbongawani Ende (Foto : Ian Bala/VoxNTT)

Di Pasar Mbongawani misalnya, tidak terlihat proses pengawasan pemerintah terhadap pembeli ataupun pedagang. Masih ada warga yang tak memakai masker.

Selain itu, tidak terlihat pula petugas yang menjaga di pasar tersebut. Hanyalah petugas penagih pajak dari Dinas Perhubungan Ende yang tampak mondar mandir menagih retribusi parkir.

“Hanya pertama kali itu saja, sekarang tidak ada lagi (petugas) yang mengawas di sini. Ya, hanya kami petugas parkir saja,”kata salah seorang petugas yang enggan menyebutkan namanya saat ditanya wartawan pada Sabtu (01/08/2020) pagi.

Upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 klaster lokal pada tatanan hidup baru dianggap masih datar. Sebab, belum ada penegasan pengawasan pemerintah di Pasar Mbongawani secara nyata.

Media ini menyaksikan, masih banyak orang melanggar aturan kesehatan. Tidak memakai masker, berkerumunan dan tak ada petugas yang mengecek suhu tubuh pengunjung di pasar itu.

“Ya, tidak ada petugas yang ukur suhu tubuh. Tidak ada, biasa saja,” kata Maria Nggowa, pengunjung asal Nangapanda.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Bupati Ende covid-19 Ende H. Djafar H Achmad Virus Corona
Previous ArticleDiary Jurnalis: Pahit-Manis Jadi Wartawan Vox NTT di Malaka
Next Article Siswi SMAN 5 Poco Ranaka Tewas, Diduga Gantung Diri

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.