AC (15) saat disemayamkan di rumah duka (Foto: Dok. Polres Matim)
alterntif text

Borong, Vox NTT- Naas menimpa AC (15). Siswi kelas XI SMAN 5 Poco Ranaka, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) itu diduga tewas gantung diri di dalam kamar tidurnya, Sabtu (01/08/2020), sekitar pukul 08.30 Wita.

AC merupakan warga Bea Laing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

“Korban pertama kali ditemukan gantung diri oleh ayah kandungnya,” terang Kasat Reskrim Polres Matim, IPTU Deddi Siprianus Karamoi dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Minggu (02/08/2020) pagi.

IPTU Deddi mengungkapkan, peristiwa naas tersebut berhasil diketahui Polisi setelah masyarakat memberi informasi kepada Kapolpos Mano Bripka Yulianus Erick Birudin dan Babinsa Mano Sertu Yanto.

Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, Evaritus Jedeot.

Evaritus ke kamar tidur itu, saat istrinya Elisabet Samur menyuruh untuk membangunkan korban, putri mereka.

“Karena hari-hari sebelumnya setiap pagi korban tidak pernah bangun terlambat kemudian ayah kandung korban menggedor pintu karmar yang terkunci dari dalam oleh korban,” terang IPTU Deddi.

Karena tidak ada respon dari korban, lanjut dia, Evaritus pun menaruh curiga dan langsung naik ke atas loteng untuk masuk ke dalam kamar.

Setelah naik ke atas loteng, Evaritus kaget saat melihat korban dalam posisi tergantung. Evaritus kemudian teriak lalu turun dari atas loteng itu. Ia pun mencungkil pintu kamar dengan menggunakan linggis.

Setelah pintu kamar terbuka, Evaritus secara spontan langsung menurunkan putrinya. Dia memotong tali dengan sebilah parang.

Kemudian korban diantar ke RSUD Ben Mboi Ruteng untuk melakukan visum et repertum.

Sekitar pukul 13.30 Wita, korban diantar kembali ke rumah duka untuk disemayamkan.

IPTU Deddi mengatakan, korban selama ini tidak ada masalah dengan siapapun. Hal itu berdasarkan hasil interogasi Polisi dengan keluarga korban.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba