Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Desa Hewa Flotim Miliki Produk Beras Organik
Ekbis

Desa Hewa Flotim Miliki Produk Beras Organik

By Redaksi3 Agustus 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keterangan: Panen beras organik dari sawah petani Desa Hewa (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Desa Hewa, Kecamatan Wulangitang, Kabupaten Flores Timur kini telah memiliki produk beras organik.

Beras organik tersebut dihasilkan oleh petani setempat yang mengikuti Sekolah Lapangan Biointensive Pertanian.

“Tahun 2016 lalu, desa kami dapat program percetakan sawah baru. Ada lahan seluas 200 hektar yang dijadikan sawah. Jadi kami berencana desa kami harus jadi pemasok beras organik. Pengelolaan produk beras organik dilakukan oleh Bumdes,” ungkap Sekretaris Desa, Claudius Lein Kein kepada VoxNtt.com pada Sabtu (1/8/2020) lalu.

Sekolah Lapangan Biointesive Pertanian diselenggarakan oleh Yayasan Ayu Tani yang bekerja sama dengan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan dan PT. WiSH Indonesia.

Panen perdana beras organik telah dilakukan pada Selasa (30/6/2020) lalu.

Disebut organik lantaran menggunakan pupuk organik dan pestisida organik.

Beras dari lahan petani tersebut akan dibeli dengan harga Rp 10.000 dan selanjutnya dijual kembali seharga Rp Rp 12.000.

Direktur Bumdes Hewa, Benyamin Widin mengaku sudah memiliki nama untuk produk tersebut yakni Beras Halero.

“Kita beri akses ke petani supaya bisa dapat pupuk organik. Lalu berikan pendampingan lagi dalam sekolah lapangan itu jadi jalan terang sebagai desa penyedia beras organik ini sudah siap. Target kami 7 ton bisa kami dapatkan dari petani,” ungkapnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Flores Timur Pertanian NTT Sikka Yayasan Ayu Tani
Previous ArticleMandi di Kali, Bocah 7 Tahun Asal TTU Tewas Tenggelam
Next Article Geopark Akan Dibangun di Pulau Rinca, Jokowi Langgar UU?

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.