Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Dampak Covid-19, SMAK Frateran Ndao Turunkan Biaya SPP Siswa
Pendidikan NTT

Dampak Covid-19, SMAK Frateran Ndao Turunkan Biaya SPP Siswa

By Redaksi27 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
SMAK Frateran Ndao di Kabupaten Ende, NTT (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pihak Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Frateran Ndao mengambil kebijakan baru ditengah pandemik Covid-19. Salah satu kebijakan ialah memberi keringanan Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP) siswa pada instansi pendidikan tersebut.

Kepala SMAK Ndao Frater Wiliam S. Sura menyatakan, kebijakan penurunan SPP Rp 500 per siswa berdasarkan hasil musyawarah pihak yayasan dan komite.

“Biaya SPP kita kurangi 500 ribu untuk seluruh siswa. Kebijakan ini hasil dari musyawarah kami dan komite,” tutur Frater Wiliam dalam keterangan pers, Rabu (26/08/2020).

Kebijakan penurunan SPP, kata Frater Wiliam, untuk membantu ekonomi masyarakat terutama orangtua para siswa. Menurutnya, menyerangnya Covid-19 di tengah kehidupan manusia sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Untuk mengantisipasi itu, pihak sekolah mengambil langkah dengan menurunkan biaya SPP siswa pada tahun ajaran ini. Kebijakan ini tidak menutup kemungkinan terjadi pada tahun ajaran berikutnya jika Covid-19 terus menyerang.

“Dengan kebijakan ini, mudah-mudahan dapat meringankan beban para orang tua. Ini juga bagian dari kepedulian sekolah terhadap orang tua dan masyarakat yang terdampak wabah ini,” katanya.

Pada sisi lain, terang Frater Wiliam, proses pembelajaran online atau daring tetap dilakukan. Begitupula sistem tatap muka diterapkan untuk mengantisipasi kualitas pendidikan ditengah new normal.

“Tapi tatap muka kita kurangi kapasitasnya, 15 siswa saja. Lalu, protokol kesehatan juga kami terapkan kepada siswa maupun tenaga pendidik,” ujar Frater Wiliam.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleBOP-LBF Latih Warga Mabar Olah Makanan Cepat Saji
Next Article Surat Rekomendasi Juga Diserahkan untuk Paket SN-KT, Ini Tanggapan DPD Gerindra NTT

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.