Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Ritual Adat “Ghoro Wae” di Ngada Sembelih Hewan Kurban Serba Merah
Seni dan Budaya

Ritual Adat “Ghoro Wae” di Ngada Sembelih Hewan Kurban Serba Merah

By Redaksi23 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga adat suku Pene bersama hewan kurban di mata air Bo Ghoe. (Foto: Patrick Romeo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT – Masyarakat adat suku Pene di Kabupaten Ngada punya tradisi unik. Salah satunya, ritual adat dengan menyembelih hewan kurban berwarna serba merah.

Tradisi unik itu disaksikan VoxNtt.com saat penyerahan mata air Bo Ghoe kepada PDAM Tirta Dharma di Desa Tarawali, Kecamatan Soa, Selasa (22/09/2020).

Saat itu, tokoh adat suku Pene mengadakan acara “ti’i ka ebu nusi” (memberikan persembahan) dalam ritual “ghoro wae” (tarik air atau mengalirkan air) dari mata air Bo Ghoe, di daerah irigasi persawahan Radawea, Desa Tarawali.

Mereka menyembelih hewan kurban dengan ciri fisik berwarna merah, seperti kerbau merah, ayam merah, babi merah dan kambing merah. Bahkan, nasi yang dimakan saat itu menggunakan beras merah.

Menurut tokoh adat Yosep Rema Meo, ritual ini dilaksanakan sebagai tanda terima kasih atas penyertaan para leluhur melalui tanah dan air yang telah memberikan kehidupan kepada warga setempat.

Oleh masyarakat adat Suku Pene, mata air Bo Ghoe merupakan salah satu sumber mata air yang sakral. Di tempat ini, mereka biasa lakukan ritual “kiki sobo lado” atau pembersihan dan pendewasaan diri bagi perempuan suku Pene.

Begitu pentingnya arti mata air tersebut, masyarakat adat suku Pene meminta Pemkab Ngada untuk turut serta menjaga kelestarian alam di sekitarnya.

“Silakan pakai air dari Bo Ghoe ini. Tetapi lingkungan di sekitar mata air harus dijaga. Tanam pohon supaya mata air ini terus mengalir dan bermanfaat bagi banyak orang,” kata Yosep.

Sebelum diserahkan ke perusahaan milik Pemkab Ngada itu, mata air Bo Ghoe dikuasai oleh tiga klan sebagai ahli waris yakni Gili Lo’i, Lae Lo’i, dan Nango Lo’i.

Ketiga ahli waris itu kemudian bersepakat menghibahkan mata air tersebut untuk dikelola oleh PDAM Tirta Dharma untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di sekitarnya.

Kepala Unit PDAM Tirta Dharma Soa Martinus Bongu mengatakan air dari Bo Ghoe disalurkan ke tujuh desa di Kecamatan Soa.

Sayangnya, Desa Tarawali, tempat mata air itu berada, masih kesulitan mengakses air bersih, termasuk dari mata air tersebut.

“Pemukiman warga Desa Tarawali berada lebih tinggi dari lokasi mata air Bo Ghoe. Desa Tarawali bisa menikmati air dari mata air Bo Ghoe bila telah menggunakan rekayasa pompa untuk mengangkat air ke tempat yang lebih tinggi,” jelas Martinus.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Yohanes

Ngada
Previous ArticleRekam Medis Sudah Dijelaskan kepada Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Stadion Golo Dukal
Next Article Siswa, Mahasiswa, Guru dan Dosen Dapat Kuota Internet Gratis Selama 3 Bulan, Begini Caranya

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.