Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Warga Dhoki Mauponggo Ditemukan Tewas di Desa Aeramo
HUKUM DAN KEAMANAN

Warga Dhoki Mauponggo Ditemukan Tewas di Desa Aeramo

By Redaksi27 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad Almarhum Thomas To, masih berada ruang jenazah RSD Aeramo (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Jenazah Thomas To terbaring di ruang mayat Rumah Sakit Aeramo. Selama hampir tiga jam setelah dievakuasi dari lokasi penemuannya, belum ada satupun keluarga yang datang.

Almarhum Thomas To merupakan warga Dhoki, di Desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Jasadnya pertama kali ditemukan oleh Rafael Renga, seorang pedagang kelapa di area persawahan Ana Yalo, Desa Aeramo, Selasa (27/10/2020), sekitar pukul 16.00 Wita.

Baru sekitar pukul 20.15 Wita, Asna Aso (27), salah satu anak korban datang ke Rumah Sakit Aeramo untuk melihat jenazah almarhum ayahnya.

Dia menangis histeris ketika melihat jenazah ayahnya itu telah terbujur kaku di atas tempat mandi jenazah di Rumah Sakit Aeramo.

Kepada VoxNtt.com, Asna mengatakan, almarhum ayahnya itu memang hidup sendiri di sawah garapan milik Mikael Jago. 

Sehari sebelumnya, Senin (26/10), Priska Poi, salah satu kakak Asna yang berdomisili di Pulau Bali sempat menghubungi ayahnya sebanyak tiga kali, namun tidak direspons.

Sedangkan sang Istri, Helena Wea, telah kembali ke kampung halamannya di Dhoki, Kecamatan Mauponggo tiga hari sebelum jasad Thomas To ditemukan telah terbujur kaku.

Asna sendiri mengetahui kalau ayahnya itu telah meninggal dunia dari pamannya, Aleks Mere. 

Menurutnya, Aleks Mere adalah orang pertama yang menerima informasi dari Rafael Renga tentang penemuan jenazah itu.

Menurut Asna, ayahnya selama lima tahun terakhir sejak tahun 2015 memang mengalami kesulitan berjalan. Itu karena kaki kiri ayahnya sempat patah akibat diseruduk sepeda motor. 

Kini, Asna tengah berkoordinasi dengan keluarga lain untuk membawa jenazah ayahnya ke kampung halamannya di Dhoki, Kecamatan Mauponggo untuk dikebumikan.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, VoxNtt.com terus berusaha menghubungi pihak Kepolisian Resort Nagekeo guna mendapat informasi terkait musabab kematian almarhum.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleEsok, Kampung Inggris di Waturaka Mulai Dibangun
Next Article Dalam 10 Bulan, 74 Rumah Warga TTU Hangus Dilalap Api

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.