Mbay, Vox NTT- Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo masih belum berani melakukan Provisional Hand Over (PHO) atas pembangunan tiga unit bak reservoir di Kecamatan Aesesa.
Pasalnya, tiga unit bak reservoir yang berlokasi di Desa Aeramo, Tonggurambang dan Nggolonio itu harus terlebih dahulu dilakukan proses uji tekanan air untuk memastikan kualitas pekerjaan.
Hal ini dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Nagekeo Fidelis Veto saat diwawancarai VoxNtt.com, Senin (01/02/2021) kemarin.
Veto mengatakan, proses pembangunan tiga unit bak reservoir di Kecamatan Aesesa molor dari waktu kontrak. Hal itu berpotensi dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bila di masa tenggang perpanjangan waktu selama 50 hari, yang terhitung sejak 1 Januari 2021, pihak rekanan tidak menyelesaikan sisa pekerjaan.
Menurutnya, sisa pekerjaan yang belum rampung terpantau berada di bak reservoir Tonggurambang dan Aeramo khusus. Itu terutama pada item pekerjaan minor yakni proses penyambungan pipa inlet dan pipa outlet. Sedangkan untuk pekerjaan pembangunan bak yang menjadi item mayor dilaporkan telah rampung semuanya.
Dalam wawancara itu diketahui, Dinas PUPR Nagekeo sebenarnya telah melakukan pembayaran sesuai volume fisik pekerjaan yakni untuk bak reservoir Tonggurambang sebesar 93 persen dan bak reservoir Aeramo dan Nggolonio sebesar 94 persen.
Yang menjadi masalah tambah rumit adalah proses PHO terhadap pekerjaan itu baru dapat dilakukan setelah Dinas PUPR Nagekeo melakukan uji coba tekanan air ke tiga unit bak.
Artinya, meski nanti rekanan telah rampung menyelesaikan pekerjaan, namun harus tetap menunggu pihak BLUD SPAM melakukan distribusi air melalui pipa utama. Risikonya rekanan tetap harus membayar denda keterlambatan.
Veto menambahkan, dengan memperhatikan kondisi saat ini, pihak BLUD SPAM sepertinya akan membutuhkan banyak waktu untuk membenahi jalur perpipaan distribusi menuju ke tiga unit bak reservoir.
Pasalnya, kata dia, proyek pelebaran jalan Dadiwuwu-Aeramo pada awal Desember 2020 lalu telah menyebabkan sejumlah pipa mengalami kerusakan akibat tergerus alat berat.
Ini belum termasuk jalur pipa menuju bak reservoir Nggolonio yang letaknya cukup tinggi berada di area perbukitan.
Dinas PUPR terpaksa harus membangun jalur pipa tunggal (by pass) langsung dari mata air Wugha Wugha di Kecamatan Boawae, agar tekanan air dapat mencapai bak reservoir Nggolonio.
Meski begitu, Dinas PUPR Nagekeo optimistis pekerjaan itu akan segera rampung sebelum dalam sisa waktu yang ada.
Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

