Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Masa Penahanan Direktur PT ADS Diperpanjang 30 Hari ke Depan
HUKUM DAN KEAMANAN

Masa Penahanan Direktur PT ADS Diperpanjang 30 Hari ke Depan

By Redaksi23 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasi Datun Kejari Ende, Slamet Pujiono
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT – Masa tahanan tersangka kasus investasi bodong PT Asia Dinasti Sejahtera (ADS), Muhamad Badrun, diperpanjang selama 30 hari ke depan.

Kejaksan Negeri (Kejari) Ende belum melimpahkan berkas perkara Muhamad Badrun alias Adun ke Pengadilan Negeri Ende untuk disidangkan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus ini, masih menyempurnakan surat dakwaan.  Sehingga masa penahanan tersangka Muhammad Badrun diperpanjang selama 30 hari ke depan.

“Sekarang masih dalam tahapan penyempurnaan surat dakwaan agar saat dilimpahkan ke pengadilan itu sudah sempurna mungkin dan tidak membingungkan hakim saat sidang dan mengambil keputusan,” ungkap Kasi Datun Kejari Ende, Slamet Pujiono, Selasa (22/06/2021).

Pujiono mengatakan, sebelumya sudah disampaikan bahwa masa penahanan akan dilakukan selama 20 hari pasca-penahanan tersangka dan dapat diperpanjang jika berkas belum rampung.

“Karena waktu 20 hari itu sudah berakhir dan surat dakwaan belum sempurna, maka jaksa meminta pengadilan untuk memperpanjang masa penahanan tersangka selama 30 hari ke depan. Selama masa penahanan, tersangka ditahan sementara di sel Mapolres Ende,” katanya.

Pujiono menjelaskan, perkara ini berkaitan dengan perbankan sehingga berbeda dengan pidana umum.

Karena itu, jaksa mesti lebih teliti menyusun surat dakwaan. Sebelumnya pihak keluarga tersangka pernah mengajukan permohonan penangguhan penahanan, tetapi ditolak jaksa.

Jaksa hanya memproses berkas perkara sesuai dengan yang dilimpahkan oleh penyidik Polda NTT dengan satu tersangka Direktur PT ADS.

Kontributor: Nasan Kua
Editor: Ardy Abba

Ende Kejari Ende
Previous ArticleGagasan Kemitraan SMK Negeri 1 Satarmese
Next Article Polres Ende Berikan Vaksin Gratis untuk 1.600 Warga

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.