Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Jembatan Pelabuhan Ende, Pihak Keluarga Menolak untuk Divisum
HUKUM DAN KEAMANAN

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Jembatan Pelabuhan Ende, Pihak Keluarga Menolak untuk Divisum

By Redaksi25 September 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seorang pria berinisial BS ditemukan tak bernyawa di bawah kolong jembatan Mbongowani di Jalan Hatta, Kelurahan Mbongowani, Kecamatan Ende Selatan, Jumat (24/09/2021).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT – Seorang pria berinisial BS ditemukan tak bernyawa di bawah kolong jembatan Mbongowani di Jalan Hatta, Kelurahan Mbongowani, Kecamatan Ende Selatan, Jumat (24/09/2021).

Pria tersebut merupakan warga RT/RW 001/001, Dusun Kopondopo, Kelurahan Roworena, Kabupaten Ende, yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim)Polres Ende, Iptu Yohanes Suhardi mengatakan, korban BS ditemukan oleh segerombolan anak kecil sekira pukul 12.30 Wita.

Dia menjelaskan, pada Kamis (23/09/2021), korban BS masih berada di lapak jualannya yang berada di Pasar Mbongawani Ende.

“Namun pada Jumat (24/09/2021), segerombolan anak kecil menemukan BS yang sudah tak bernyawa di bawah bawah kolong pelabuhan Ende, dengan posisi celana berada di bawah lutut,” ungkap Iptu Yohanes.

Mengetahui informasi dari laporan masyarakat, Polres Ende melalui piket Reskrim bersama piket Intel dan piket Penjagaan, dipimpin Pawas Iptu J. Ronny N. Gonstal, langsung bergerak cepat menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban dan memasang police line.

Dia menyebut, ketika korban BS hendak dibawa ke RSUD untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR).

Namun, Guntur yang merupakan adik kandung korban menolak untuk divisum, sehingga jenazah korban dibawa ke rumah duka di Dusun Kopondopo, Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Selatan.

Iptu Yohanes menambahkan, pihak keluarga korban enggan melakukan otopsi terhadap jenazah BS, dan menerima kejadian itu sebagai musibah.

“Karena korban BS juga memiliki riwayat stroke dan darah tinggi,” katanya.

Kontributor: Nasan Kua
Editor: Ardy Abba

Ende Polres Ende
Previous ArticlePerempuan dalam Bayangan 
Next Article Belajar Online: “Kejutan” yang Bertransformasi Menjadi Budaya Baru

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.