Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Diduga Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Mantan Kades Akomi Ditahan Polres TTU
HUKUM DAN KEAMANAN

Diduga Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Mantan Kades Akomi Ditahan Polres TTU

By Redaksi18 Oktober 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Korupsi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Arnoldus Nau Bana mantan Kepala Desa Akomi, Kecamatan Miomafo Tengah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres TTU dalam kasus dugaan korupsi dana desa.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Kades Akomi periode 2015-2021 itu langsung ditahan di rutan Polres TTU.

“Yang bersangkutan (mantan kades Akomi) kalau tidak salah sudah kita tahan dari 5 hari yang lalu,” kata Kasat Reskrim Polres TTU Iptu Fernando Oktober saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin (18/10/2021).

Iptu Fernando menjelaskan, dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa Akomi terjadi sejak tahun anggaran 2015 hingga 2021.

Kuat dugaan terdapat mark up harga serta proyek yang dikerjakan mubazir atau tak bermanfaat.

Iptu Fernando juga menjelaskan, tim ahli pun telah selesai melakukan perhitungan fisik di lapangan.

Berdasarkan hasil perhitungan tim ahli, jelasnya, dugaan kerugian yang ditimbulkan dalam pengelolaan dana desa Akomi senilai Rp1,3 miliar lebih.

“Saat ini kita masih melakukan penelusuran aset yang didapat (mantan kades Akomi) selama menjabat,” jelasnya.

Lebih lanjut Iptu Fernando menegaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait keterlibatan pihak lain dalam pengelolaan dana desa Akomi.

Sehingga tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Saat ini kita baru tetapkan 1 tersangka, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, kita lihat perkembangan penyidikan dalam minggu ini,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Desa Akomi Polres TTU TTU
Previous ArticleDinilai Berprestasi Gemilang, 5 Anggota Polres TTU Terima Penghargaan
Next Article Rumah Baca Dite Dapat 1600 Buku dari Benny Nurdin

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.