Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Soal Dugaan Korupsi Rp50 Miliar di Bank NTT, Jaksa Tunggu Hasil Perhitungan Ahli
HUKUM DAN KEAMANAN

Soal Dugaan Korupsi Rp50 Miliar di Bank NTT, Jaksa Tunggu Hasil Perhitungan Ahli

By Redaksi3 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendalami kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT dari PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).

Kejati NTT melibatkan ahli dalam penanganan kasus dugaan korupsi Rp50 miliar di Bank NTT itu.

“Proses kasus ini tetap berjalan. Kita pakai ahli lagi untuk lakukan perhitungan,” kata Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim kepada wartawan di kantor Kejati NTT, Jumat (03/12/2021).

Abdul menegaskan, ahli yang dilibatkan akan melakukan perhitungan dalam kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT.

“Kita masih menunggu perhitungan ahli,” kata Abdul.

Namun, Abdul tidak merincikan perhitungan apa yang dilakukan ahli dalam kasus korupsi sebesar Rp50 miliar itu.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp50 miliar di Bank NTT sedang ditangani oleh Kejati NTT.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI perwakilan NTT ditemukan nilai investasi ke PT SNP senilai Rp50 miliar yang berpotensi merugikan negara dan nilai keuntungan sebesar Rp10 miliar lebih.

Dalam kasus ini juga, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT telah memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan mantan Dirut Bank NTT, Edy Bria Seran serta Kepala Divisi Treasury Bank NTT, Zet Lamu.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

 

Bank NTT Kejati NTT Kota Kupang
Previous ArticleDPW PKB NTT Gelar Musyawarah Kerja Wilayah di Labuan Bajo
Next Article UMKM di Indonesia Capai 65 Juta

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.