Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Diduga Demi Uang Ganti Rugi, Pemuda Labolewa Nagekeo Ini Klaim sebagai Perwakilan Suku Ebudai
KOMUNITAS

Diduga Demi Uang Ganti Rugi, Pemuda Labolewa Nagekeo Ini Klaim sebagai Perwakilan Suku Ebudai

By Redaksi14 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Krispinus Rada, pemuda Desa Labolewa rela mengaku sebagai perwakilan suku Ebudai dari rumah adat (Sa’o Waja) Meza Wewa. Pengakuan itu dituangkan dalam bentuk dokumen berita acara yang ditandatangani tanggal 27 September 2021.

Dalam surat itu diterangkan bahwa tanah ulayat yang berlokasi di Baka Besipo masuk dalam dampak genangan waduk Lambo/Mbay. Tanah ini masuk dalam peta bidang Nomor 69 yang merupakan tanah ulayat suku Ebudai. 

Dengan demikian, bidang tanah sesuai nomor dimaksud menjadi hak suku Ebudai. 

Selanjutnya, suku Ebudai (Sa’o Waja Meza Wewa) yang melakukan penandatanganan hasil musyawarah bentuk ganti kerugian atas pembangunan waduk Lambo.

Namun, berita acara tersebut ditantang oleh ahli waris suku Ebudai, pemilik rumah adat Meza Wewa, Markus Wolo (53).

Menurut Markus, pengakuan Krispinus di dalam berita acara tersebut adalah bentuk kebuntuan. Hal ini juga dianggap sebagai manuver Krispinus yang telah sejak lama dia lakukan dengan mengklaim sebagai penguasa di dalam suku Ebudai.

Krispinus, lanjut Markus, telah berkali-kali mendatangi rumahnya untuk meminta agar ulayat Suku Ebudai dapat segera direlakan untuk lokasi pembangunan waduk Lambo. 

Namun, kata Markus, menyerahkan tanah ulayat ke pihak lain bukan perkara mudah karena harus melibatkan seluruh anggota suku.

Karena sering didesak Krispinus, Markus pun mengusirnya dari rumah adat Meza Wewa hingga dia tak lagi mau menampak batang hidungnya di sana lagi.

Yang membuat Markus tambah geram, meski Krispinus mengaku mewakili Sao Waja Meza Wewa, namun berita acara tersebut justru dibuat bukan di dalam rumah adat Meza Wewa melainkan dilakukan di rumah pribadi milik Alosius Dosa.

“Kenapa berita acara buat di rumah Alo Dosa? Silakan tanya di Krispin. Ya karena dia (Krispinus) tidak ada Sa’o Waja (rumah adat). Ini karena dia terlalu gila uang Pak,” kata Markus.

Karena pengklaiman ini, Markus berniat akan memproses Krispinus secara hukum bila dia masih terus mengklaim tanah masyarakat adat Suku Ebudai.

VoxNtt.com masih terus berupaya menghubungi Krispinus untuk mengkonfirmasi informasi ini.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleWarga Kota Ende Berhamburan ke Luar Rumah Akibat Hoaks Terjadi Tsunami
Next Article Soal Dugaan Korupsi Rp50 Miliar di Bank NTT, BKH: Masyarakat Perlu Dukung Penuh Kejaksaan

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.