Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Polda NTT Diminta Tindak Tegas Pelaku Human Trafficking
Human Trafficking NTT

Polda NTT Diminta Tindak Tegas Pelaku Human Trafficking

By Redaksi31 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Lembaga Hukum dan HAM Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia meminta Polda NTT menindak tegas pelaku human trafficking.

Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa, mengatakan perekrutan calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT masih marak terjadi.

PMI yang hendak berangkat ke Malaysia dan Singapura diduga kuat non prosedural dan tentu saja rentan kasus human trafficking.

Mereka, kata dia, berangkat ke Malaysia dan Singapura melalui jalur Medan.

Sebab itu, perlu kolaborasi bersama pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga agama dan masyarakat beserta pers, untuk membongkar jaringan human trafficking PMI asal NTT.

“Kami mendesak Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang untuk berkoordinasi serius dengan Mabes Polri, Polda NTT dan Polda Sumut untuk menindak tegas dan membuat efek jera terhadap pelaku dan aktor intelektual jaringan migrasi ilegal yang rentan human trafficking di wilayah NTT melalui jalur Medan dan jalur-jalur tikus lainnya di jalur Barat (Kepri, Riau dan Sumut), jalur Tengah (Kalbar) dan jalur Timur (Kaltara),” tegas Gabriel kepada VoxNtt.com, Kamis (30/03/2022).

Tidak hanya itu, ia juga mendesak Gubernur NTT dan bupati/wali kota se-NTT agar serius melakukan sosialisasi pencegahan migrasi ilegal yang rentan human trafficking dan mempersiapkan calon pekerja migran NTT melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Pekerja Migran dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), bekerja sama dengan Lembaga Swasta dan Lembaga Agama.

Pemerintah juga peluk menciptakan Re-branding pekerja migran NTT memiliki kompetensi dan kapasitas agar bisa bersaing di bursa pasar kerja internasional.

Pemerintah juga, kata Gabriel, perlu memberdayakan sekolah-sekolah vokasi di NTT untuk mempersiapkan calon-calon pekerja migran Indonesia agar bisa bersaing di bursa pasar internasional.

Penulis: Ardy Abba

Gabriel Goa Human Trafficking Padma PADMA Indonesia
Previous ArticleTerkonfirmasi Positif Covid-19, Jenazah Wakil Bupati Matim Disemayamkan Mengikuti Protokol Kesehatan
Next Article Jenazah Wabup Jaghur Stefanus Tiba di Matim

Related Posts

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.