Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»147 Calon PMI Asal NTB Gagal Dikirim, Padma Desak Jokowi Panggil Kepala BP2MI
Human Trafficking NTT

147 Calon PMI Asal NTB Gagal Dikirim, Padma Desak Jokowi Panggil Kepala BP2MI

By Redaksi3 Juni 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Presiden Joko Widodo didesak segera memanggil Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, untuk memberikan penjelasan terkait gagalnya pengiriman 147 Calon Pekerja Migran Indonesia(CPMI) dari Nusa Tenggara Barat ke Malaysia.

“Kami mendesak Presiden Jokowi segera memanggil Kepala BP2MI untuk memberikan penjelasan resmi terkait kegagalan keberangkatan 147 CPMI asal NTB ke Malaysia,” ujar Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, Jumat (03/06/2022).

Menurut Gabriel, kegagalan keberangkatan ini berdampak buruk setelah penandatangan MoU antara Malaysia dengan Indonesia.

Hal ini juga memperlihatkan ketidaksiapan pihak BP2MI unit Nusa Tenggara Barat dan BP2MI.

“Pihak yang paling dirugikan baik materi maupun psikologis adalah Calon PMI, pihak leluarga dan pihak P3MI (Perusahaan Pengerah Pekerja Migran Indonesia) yang legal dan pihak BUMN Malaysia yang telah mencarter pesawat,” ujar Gabriel.

Menurut dia, kegagalan ini memberikan ruang maraknya migrasi ilegal yang rentan human trafficking.

Sebab itu, Gabriel juga mendesak DPR RI Komisi IX agar segera memanggil Kepala BP2MI untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kegagalan keberangkatan 147 Calon PMI asal NTB.

“Diharapkan Kepala BP2MI fokus melindungi Calon PMI ke luar negeri secara prosedural bukan menghambat yang bisa memberi ruang maraknya migrasi ilegal yang rentan human trafficking,” tegasnya.

Penulis: Ardy Abba

Gabriel Goa Human Trafficking Joko widodo Jokowi
Previous ArticleCerita Pilu Kakak dan Adik di Reok yang Dua Kali Batal Naik Haji
Next Article Kota Komba FC Lolos 16 Besar setelah Menang Tipis atas Ora Komodo FC

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.