Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»FKTKD Sebut Polemik Tekoda Muncul Setelah Kebijakan Bupati Belu Angkat Ribuan PTT
HEADLINE

FKTKD Sebut Polemik Tekoda Muncul Setelah Kebijakan Bupati Belu Angkat Ribuan PTT

By Redaksi22 Juni 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua II DPRD Belu, Cypri Temu  (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT – Ketua Forum Komunikasi Tenaga Kontrak Daerah (FKTKD) Kabupaten Belu James Amalo menyebut, polemik Tenaga Kontrak Daerah (Tekoda) muncul setelah Bupati mengeluarkan kebijakan mengangkat 1.616 Pegawai Tidak Tetap (PTT).

James menegaskan, pihaknya melakukan aksi damai bertujuan untuk meminta pemerintah agar mengakhiri polemik Tekoda.

“Kita minta supaya DPR  bersama pemerintah mengakhiri pelomik soal Teko,” ujar James saat diwawancarai wartawan usai melakukan pertemuan di ruang ketua DPR Belu, Rabu (22/06/2022).

BACA JUGA: Diizinkan Pimpinan OPD, Ratusan PTT di Belu Aksi Damai di Kantor DPRD

Dalam pernyataan sikap tertulis FKTKD juga  meminta pemerintah segera mengakhiri polemik Tekoda.

Terpisah, Wakil Ketua II DPR Belu Cypri Temu menegaskan, polemik Tekoda dibuat oleh Bupati Belu. SK Tekoda Belu, kata dia, dibuat oleh Bupati  bukan DPRD.

Seharusnya kata dia, Bupati yang menyelesaikan polemik Tekoda. Sebab, polemik ini muncul setelah Bupati menerbitkan SK tidak mengakomodasi Tekoda lama.

“Jadi, Bupati yang harus bertanggung jawab untuk selesaikan polemik ini,’ tegas Cypri.

Cypri mengatakan, pernyataan sikap FKTKD untuk mengakhiri polemik akan diserahkan kembali ke Bupati. Sebab, Bupatilah yang membuat kebijakan.

Ia juga menyarankan agar Bupati Belu bertemu dengan para eks Tekoda. Hal itu karena mereka sebagai pihak yang terkena dampak dari kebijakan Bupati Belu.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu DPRD Belu Guru Teko
Previous ArticleASPAC MER Internasional Simposium Bakal Digelar di Kampus Unwira Kupang
Next Article Pemkab TTU Segera Turun Tangan Urus Masalah Batas Desa Maubesi dan Banae

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.