Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Warga Matim Gotong Mayat Terobos Sungai Wae Musur
HEADLINE

Warga Matim Gotong Mayat Terobos Sungai Wae Musur

By Redaksi1 Juli 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga almarhum Martinus Marut saat menyebrangi sungai Wae Musur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pil pahit terpaksa dialami keluarga almarhum Martinus Marut, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka harus menerobos sungai Wae Musur saat menggotong almarhum Martinus menuju kampung halamannya di Lidi, Desa Lidi, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Kali Wae Musur memang sudah lama belum dibangun jembatan penyebrangan oleh Pemerintah Manggarai Timur. Akibatnya, masyarakat harus bersusah payah dan menaruh nyawa di wilayah tersebut saat menyebrang.

Almarhum Martinus meninggal di RUSD Ben Mboi Ruteng pada Jumat  (01/07/2022) pukul 01.00 Wita, dini hari.

“Kami dari RUSD Ruteng tadi sekitar pukul 09.00 dan kami tiba di Kali Wae Musur pukul 11.00, tapi karena derasnya aliran sungai, kami harus menunggu. Jadinya, kami baru bisa menyebrang pukul 12.00 siang,” ujar Teodorus Pamput, salah satu keluarga almarhum Martinus kepada VoxNtt.com, Jumat sore.

Teodorus mengisahkan, akibat tidak ada jembatan penghubung menuju Desa Lidi, mobil pengangkut jenazah tidak bisa melintasi sungai Wae Musur. Arus air yang begitu deras membuat kendaraan jenazah terpaksa berbalik arah.

“Terpaksa kami gotong jenazah almarhum Martinus dengan hati-hati, karena aliran sungai masih cukup deras,” ujarnya. (VoN)

Manggarai Timur Matim Wae Musur
Previous ArticleApakah Alam Semesta Memilih Saat Awal dan Saat?
Next Article Pemkab TTU Segera Proses Pemecatan 2 ASN Terpidana Kasus Korupsi Puskesmas Inbate

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.