Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Warga Asal Flotim Meninggal di Malaysia, Padma Kesal dengan Pemerintah
Human Trafficking NTT

Warga Asal Flotim Meninggal di Malaysia, Padma Kesal dengan Pemerintah

By Redaksi8 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Hilarius Dua, warga Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan meninggal dunia di Malaysia.

Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, pun mengaku kesal dengan pemerintah.

“Keinginan Hilarius Dua  saat sedang sakit keras untuk dirawat di Indonesia terkesan lamban ditindaklanjuti pihak Pemerintah RI hingga beliau meninggal dunia,” ujar Gabriel kepada VoxNtt.com, Senin (08/08/2022).

Mirisnya, kata Gabriel, almarhum melalui keluarganya sudah berupaya meminta bantuan pemerintah melalui Perwakilan RI di Johor, Malaysia.

Bahkan sebelum meninggal, almarhum rela menginap di samping Konsulat Jenderal RI di Johor.

“Tapi apa daya seorang wong cilik seperti almarhum Hilarius Dua ini yang berkeinginan pulang ke Indonesia mengalami kendala dan lamban bantuan pemerintah hingga meninggal,” katanya.

“Kami tentu turut menyampaikan duka yang mendalam atas kematian almarhum Hilarius Dua di negeri Jiran dan salut atas upaya keras almarhum selagi masih sakit berkeinginan dirawat di Indonesia, tapi lambannya respons kemanusiaan pihak pemerintah berdampak pada kematian,” ucap Gabriel.

Ia pun mendesak Perwakilan RI di Johor untuk segera mengurus jenazah almarhum dan dipulangkan ke Adonara, Flotim, Nusa Tenggara Timur.

Tidak hanya itu, Gabriel juga mendesak Perwakilan RI di luar negeri untuk tidak bermental bos di balik meja, tidak terjun langsung dan rela berkorban ke lapangan dalam rangka menolong dan menyelamatkan warga Indonesia. [*]

Gabriel Goa Human Trafficking Padma PADMA Indonesia
Previous ArticleTarif Masuk TN Komodo Rp3,75 Juta Baru Diberlakukan Januari 2023
Next Article Dinilai Cacat Hukum, BPN NTT Diminta Segera Batalkan SK dan SHM Nomor 5650 Kelurahan Oesapa

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.