Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Letneo TTU  Ditingkatkan ke Penyidikan
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Letneo TTU  Ditingkatkan ke Penyidikan

By Redaksi27 September 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Letneo TTU Ditingkatkan ke Penyidikan
Kasi Pidsus Kejari TTU Andrew P. Keya saat diwawancarai wartawan di Kantor Kejaksaan setempat, Selasa, 27 September 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kejaksaan Negeri TTU saat ini terus gencar mengusut kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan Dana Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat, tahun anggaran 2016 hingga 2021.

Setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan, kasus yang berangkat dari laporan pengaduan BPD dan masyarakat itu kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Untuk pengusutan kasus dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2016-2021 sudah kita tingkatkan status kasusnya ke tahap penyidikan pada awal bulan September lalu,” jelas Kasi Pidsus Kejari TTU Andrew P. Keya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/09/2022).

Kasi Andrew menjelaskan, dalam proses penanganan kasus tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Desa Letneo Marianus Fkun, mantan Penjabat Kepala Desa Rikardus Teti, serta bendahara.

Selain itu, pemeriksaan juga telah dilakukan terhadap sejumlah supplier pengadaan barang dan jasa serta TPK.

“Untuk potensi kerugian negara masih kami dalami,” ungkapnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Desa Letneo Kabupaten Timor Tengah Utara Kejari TTU TTU
Previous ArticleMelki Laka Lena Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di GMIT Jemaat Kemah Ibadat Airnona
Next Article Semakin ‘Mengerucut’, Kontraktor Akui Ada Pertemuan dengan Karyawan Toko Monas

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.