Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dibalut dengan Kain Songket Manggarai, Stefanus Gandi Disambut Antusias Umat Stasi Bungku
NTT NEWS

Dibalut dengan Kain Songket Manggarai, Stefanus Gandi Disambut Antusias Umat Stasi Bungku

By Redaksi19 Januari 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dibalut dengan Kain Songket Manggarai, Stefanus Gandi Disambut Antusias Umat Stasi Bungku
Stefanus Gandi saat bertemu umat Stasi Bungku, Desa Mbakung, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (18/01/2023).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Stefanus Gandi tampak bersahaja dalam balutan kain songket Manggarai saat bertemu umat Stasi Bungku, Desa Mbakung, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (18/01/2023).

Tak hanya kain songket, nuansa adat lain yang dikenakan Stafanus Gandi saat itu ialah topi bermotif songket Manggarai dibalut dengan baju putih yang sederhana.

Bakal calon Anggota DPR RI Dapil NTT 1 itu tiba sekitar pukul 18.30 Wita. Ia ke sana tidak sendirian. Stefanus Gandi turut didampingi Pastor Paroki Pateng Rego RD. Frans Adi.

Setiba di depan kapela setempat, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung disambut antusias umat Stasi Bungku.

Sebagaimana lazimnya, sesaat setelah duduk, Stefanus Gandi dan rombongan disambut secara adat Manggarai kepok tiba. Ritus adat penerimaan tamu tersebut diwakili oleh Nobertus Andu, salah satu tokoh adat setempat.

Antusias masyarakat berdiskusi tampak tak surut meski sempat ada suara hujan gemericik di wilayah itu. Hal tersebut dibuktikan dengan gemuruh tepuk tangan meriah dalam ruangan kapela saat pembicaraan Stefanus Gandi jedah sejenak.

Misi kemanusiaan Stefanus Gandi memang sudah melebar hingga ke Kapela Stasi Bungku. Di sana, ia akan menyumbangkan pintu dan jendela kapela, serta sudah membantu beberapa fasilitas gereja lainnya.

Ketua Stasi Bungku Benyamin Gani mengaku merasa bersyukur sekali dengan Stefanus Gandi.

Menurut dia, meski belum duduk kursi DPR-RI, tetapi Stefanus Gandi sudah membantu umat Stasi Bungku.

“Jadi bagi kami bantuan buat pintu kapela, jendela dan salib yang besar, itu sangat luar biasa bagi kami di Stasi Bungku,” kata Benyamin.

“Saya secara pribadi dan seluruh masyarakat yang hadir ini merasa bangga sekali dengan Pa Stefan ini, karena jujur saja baru kali ada calon Anggota DPR-RI yang pertama kali datang ke stasi kami apalagi tujuannya untuk membantu umat di sini,” tambah dia.

Jauh dari Pikiran Transaksional Politik

Sementara itu, dalam sambutannya selain memperkenalkan niat baiknya menuju Senayan, Stefanus Gandi meminta umat agar menghindari pandangan transaksional politik di balik sumbangannya.

Namun ia memberikan bantuan sembari mengajak kerja kolaboratif dengan masyarakat.

“Bantuan ini bukan transaksional politik jadi jauh-jauh dari pikiran itu. Jadi kembali lagi saya tegaskan ini bukan transaksional politik tapi ini bagian dari kolaborasi masyarakat,” ujar Stefanus.

Di berbagai tempat memang Stefanus menawarkan konsep kerja kolaborasi dalam membangun usaha demi meningkatkan ekonomi.

Stefanus mengaku melalui lembaganya Stefanus Gandi Institut (SGI), sudah mengelilingi Pulau Flores dalam beragam kegiatan seperti literasi dan penguatan kapasitas bagi kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Di setiap kesempatan bertemu kelompok UMKM, ia selalu menawarkan kerja kolaboratif dan hindari kerja individu.

“Kalau kita kerja solo cenderung gagal. Tapi kalau kita kerja kolaborasi, maka besar kemungkinan usaha kita bisa berhasil,” ujar Stefanus.

Menurut dia, salah satu alasan mengapa kemampuan kolaborasi sangat penting dalam dunia saat ini adalah agar dapat belajar bersama dengan rekan kerja. Setiap kali berkolaborasi, maka akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari masing-masing orang. [VoN]

 

Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleDi Hadapan Masyarakat Kampung Rua Macang Pacar, Stefanus Gandi Nyatakan Siap Menjadi Penghubung Pemda dan Pempus
Next Article Masalah Tanah di Labuan Bajo, Pengadilan Putuskan Eksekusi Tanpa Sidang Gugatan Perlawanan, Ini Kata Pengacara!

Related Posts

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
Terkini

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.