Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Malam Dero Sagi Lade di Ngada Renggut Satu Nyawa
HUKUM DAN KEAMANAN

Malam Dero Sagi Lade di Ngada Renggut Satu Nyawa

By Redaksi28 Mei 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Almarhum Paulus Ghari Nango (65), saat tiba di rumah duka di RT 06, Dusun Tarawaja, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Selasa (28/5/2024) (Foto: Patrianus Meo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Kabar duka datang dari Kabupaten Ngada-Flores, Nusa Tenggara Timur. Paulus Ghari Nango (65) warga RT 06, Dusun Tarawaja, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Kecamatan Soa sekira pukul 06.30 Wita.

Paulus dikabarkan meninggal dunia setelah terlibat dalam insiden dugaan kasus penganiayaan pada momentum adat ‘Kobe Dero’ di malam sebelum perayaan tahunan tinju adat atau ‘Sagi’ dalam bahasa daerah setempat.

Berdasarkan penuturan dari sejumlah saksi, kronologis sementara hingga berujung pada tewasnya Paulus Ghari Nango

Seorang saksi yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, kejadian nahas tersebut bermula dari keributan kecil yang terjadi pada arena ‘Dero’ di pelataran Kampung Wuli pada Selasa (28/5/2024), sekitar pukul 00.30 Wita.

Dikabarkan, emosi terduga pelaku tak bisa terbendung setelah melihat langsung aksi korban yang meludahi wajah ayahnya, saat keributan terjadi.

Terduga pelaku kemudian bergegas ke arah korban lalu menganiaya korban dengan menggunakan kepalan tangannya hingga korban tak sadarkan diri.

Aksi terduga pelaku kepada korban juga disaksikan puluhan pasang mata yang ikut dalam acara ‘Dero’.

Setelah korban tak kunjung sadarkan diri, beberapa pemuda kemudian berinisiatif mengantarkannya untuk mendapat perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Soa.

Hingga pada pagi harinya, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

VoxNtt.com akan segera menginformasikan kejadian selengkapnya dengan mengkonfirmasi kedua keluarga, termasuk petugas polisi dari Polsek Soa yang menangani kasus ini.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Ngada
Previous ArticleKolaborasi Basarnas dan Kemenparekraf untuk Hadapi Kondisi Kedaruratan di DPSP Labuan Bajo
Next Article Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Krispianus Bheda Dicopot dari Jabatan Ketua KPU Manggarai Barat

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.