Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Oknum Petinggi Polda NTT Gagal Jalani Proses Damai
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Dugaan Penganiayaan yang Libatkan Oknum Petinggi Polda NTT Gagal Jalani Proses Damai

By Redaksi29 Mei 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban dan kuasa hukum saat mendatangi Propam Polda NTT, Selasa (28/05/2024)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan petinggi Polda NTT AKBP Febriansyah dan sopir serta ajudannya batal dilakukan proses damai secara kekeluargaan.

Korban yang bernama Marthino C. Ndun Kemudian mendatangi Polda NTT pada Selasa (28/5/2024) sore.

“Kami sore ini datang ke Polda NTT karena mendapat panggilan dari Propam,” kata Yusak Langga, kuasa hukum korban.

“Kami juga akan sampaikan beberapa hal berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh petinggi di Polda NTT berinisial F, S serta kawannya,” ujarnya.

Yusak menjelaskan, setidaknya sudah dua kali terlapor F mendatangi korban untuk menyelesaikan secara damai kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada Maret lalu itu.

“Adapun korban yakni klien kami atas nama Marthino Ndun dalam perkembangannya kami sudah melakukan upaya damai yang diminta oleh (terduga) pelaku F, beberapa kali difasilitasi untuk bertemu dengan korban dan keluarganya. Cuma dalam perjalanan mengalami tersendat atau macet,” jelas Yusak.

Kuasa hukum lainnya Marthen Dillak berharap agar Kapolda NTT memberikan atensi bagi kasus dugaan penganiayaan terhadap masyarakat sipil ini.

“Kami selaku kuasa hukum beserta keluarga korban menginginkan agar kasus ini segera diselesaikan secara kekeluargaan. Karena itu tanggal 21 lalu telah terjadi pertemuan yang melibatkan keluarga, pihak pelapor dan terlapor. Pertemuan itu intinya hanya untuk berdamai akan tetapi dalam pembicaraan kemudian tidak terjadi kata sepakat,” tukas Marthen.

Karena gagal kesepakatan damai, kata dia, maka sebagai kuasa hukum atas permintaan klien meminta agar kasus ini segera didorong untuk dilanjutkan proses hukumnya.

“Hal lain yang harus diketahui oleh publik adalah sampai saat ini terlapor belum diperiksa oleh penyidik kepolisian,” tukasnya.

“Kami meminta agar Kapolda NTT segera memerintah Kapolesta Kupang dan penyidik agar terlapor segera dipanggil untuk diperiksa,” tambah Marthen.

Laporan Polisi Tandingan

Sebagai informasi, usai kasus dugaan penganiayaan terhadap warga Kota Kupang Marthino Ndun, AKBP Febriansyah diketahui melayangkan laporan polisi tandingan di Polresta Kupang Kota.

Laporan itu atas tudingan pidana penganiayaan.

“Sementara itu, terlapor juga menyampaikan laporan yang sama ke Polresta Kupang atas tuduhan penganiayaan  oleh klien kami Marthino,” beber Marthen.

Beda dengan laporan korban Marthino, laporan polisi yang dilakukan oleh AKBP Febriansyah malah sudah diproses.

Korban sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polresta Kupang pada Rabu (29/05/2024).

“Pada laporan itu klien kami Marthino telah menjalani pemeriksaan,” ujar Marthen.

Korban penganiayaan Marthino kepada VoxNtt.com mengaku sangat aneh dengan proses hukum di Polresta Kupang Kota. Sebab, sebagai korban penganiayaan dirinya sudah melaporkan kasus itu sejak Maret.

“Laporan saya malah tidak diproses. Terlapor tidak dipanggil untuk diperiska. Sedangkan laporan terhadap saya sudah diproses padahal laporannya kemudian,” tukas Marthino.

Penulis: Ronis Natom

Kota Kupang Polda NTT Polres Kupang Kota
Previous ArticlePergelaran Teras Ekraf Tingkatkan Pertumbuhan Pariwisata
Next Article Hasil Rapat Pleno Tertutup, Ferdiano Parman Ditunjuk Jadi Ketua KPU Manggarai Barat

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.