Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Civitas St. Josef Frenademetz Tambaloka Study Tour ke Beberapa Tempat di Sumba Barat Daya
Pendidikan NTT

Civitas St. Josef Frenademetz Tambaloka Study Tour ke Beberapa Tempat di Sumba Barat Daya

By Redaksi12 Desember 20244 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Civitas Akademika St. Josef Frenademetz Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT sedang melakukan study tour
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tambolaka, Vox NTT – Civitas Akademika St. Josef Frenademetz Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT melakukan study tour ke beberapa tempat di wilayah itu pada Rabu, 11 Desember 2024.

Beberapa tempat yang menjadi lokasi study tour itu antara lain, Paroki St. Dominikus Karuni, Susteran OSR Karuni dan Rumah Adat Natar Tanah di Kampung Adat Bondo Kapumbu.

Study tour ini merupakan puncak dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mengusung tema Kebhinekaan Tunggal Ika dengan tujuan mendorong peserta didik untuk mampu mempromosikan keberagaman Indonesia dari tingkat lokal sampai nasional dan internasional.

Selain itu, studi ini juga bertujuan agar peserta didik mampu mengenal keberagaman agama dan buda di Sumba Barat Daya.

Pantauan VoxNtt.com, tempat pertama yang dikunjungi peserta didik adalah Gereja Paroki St. Dominikus Karuni.

Di sana para siswa bertatap muka dengan pastor paroki, para suster dan frater yang sedang menjalankan tahun orientasi pastoralnya.

Dalam tatap muka itu banyak hal yang dibincangkan secara lengkap oleh pastor paroki dan para suster tentang karya pastoral dan semangat spiritualitas dari kongregasi CSsr.

Tak hanya itu, semangat misi dari para suster OSR juga menjadi bahan perbincangan para peserta didik bersama pastor paroki dan para suster.

Selanjutnya rombongan peserta didik melanjutkan study tour di Rumah Adat Natar Tanah Kampung Adat Bondo Kapumbu.

Pada kesempatan itu, Pater Fransiskus Seda, SVD, menyampaikan pengantar singkat tentang sekolah dan tujuan kedatangan civitas akademika.

“Kami datang mau tahu, mengenal budaya adat Sumba secara langsung. Kami mau belajar kebaikan, pengalaman dari masyarakat supaya bisa menjadi bagian dari Sumba  ini,” kata Pater Fransiskus.

Ia berharap dengan pengalaman perjumpaan ini generasi asli Sumba tidak merasa asing tentang rumah adat dan originalitas budaya.

Tua Adat, Bernadus Ngongo menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika St. Josef Frenademetz karena telah memilih rumah adat ini sebagai lokus untuk study tour sekolah.

Rumah adat ini, kata dia, merupakan rumah adat induk untuk semua suku yang ada di sekitar itu.

Rumah adat ini juga merupakan rumah adat dari bupati pertama Sumba  Barat yang namanya sudah diabadikan sebagai nama Bandara Lede Kalumbang Tambolaka.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa orang yang mengenal budaya akan tahu tentang moral.

“Budaya dan adat yang ada mesti kita pelajari dengan baik agar generasi muda tidak asing dengan budayanya sendiri,” ujarnya.

Secara detail ia kemudian menjelaskan bahwa Marapu terdiri dari dua kata yakni rapu, sesuatu yang belum tuntas. Ma, sesuatu yang sudah selesai.

Artinya, arwah yang sudah sampai pada pencipta. Belum pukul gong dan belum potong kerbau artinya arwah belum sampai di surga atau belum sampai kepada sang pencipta.

Lanjut dia, Marapu adalah sesuatu yang ideal bagi orang Sumba  menurut kepercayaan nenek moyang yang sudah diturunkan sedari dulu.

Arwah nenek moyang disapa lebih dulu agar harapan dan niat kita di dunia ini bisa disampaikan kepada Allah.

“Ambil air dari tempat keramat dan percik orang sakit itu bisa menyembuhkan walaupun secara medis tidak bisa disembuhkan lagi,” katanya.

Dalam kepercayaan Marapu, sambungnya, nenek moyang dipandang sebagai perantara manusia dan Allah.

Pada kesempatan itu juga Bapak Rato menjelaskan, kalau melanggar aturan atau norma yang ada, maka tiada ampun bagimu.

Sarana yang harus dipakai dalam melakukan sebuah ritual di rumah adat Natar Tanah adalah binatang seperti ayam, babi, dan kerbau dengan kriterianya masing-masing.

“Generasi dulu dan generasi milenial sekarang beda seperti langit dan bumi. Ini saya sampaikan secara jujur karena banyak hal yang sudah terjadi di zaman milenial ini, ada perselisihan, pertikaian,” pungkas Rato.

Ditambahkannya, pada zaman dulu tidak ada karena terikat oleh larangan adat-istiadat. Tujuan larangan itu adalah menjaga persaudaraan tetap utuh dan harmonis di dalam hidup bermasyarakat.

Pergeseran situasi budaya masa lalu dan kini terjadi oleh karena perkembangan zaman. Namun kita tetap menjaga dan melestarikan budaya yang ada agar keutuhan dan keharmonisan kekeluargaan tetap terlestari di tengah derasnya arus globalisasi.

Akhir dari study tour ini Kepala Sekolah Menengah Atas Katolik St. Josef Freinademetz Tambolaka menyampaikan ucapan limpah terima kasih untuk pengalaman berharga dari Rato Bapak Bernadus.

Menurutnya, Gereja Katolik adalah gereja yang berinkulturasi dan melebur di dalam tradisi dan budaya setempat. Gereja Katolik tidak bisa bertahan lama tanpa mengenal dan memahami secara mendalam budaya lokal setempat dan berkaloborasi di dalamnya.

Kontributor: Yohanes Mau

SBD Sumba Barat Daya
Previous ArticleAnak Mantan Gubernur NTT Yakin Melki Laka Lena Bisa Bangun NTT Lebih Baik
Next Article Pemuda Katolik NTT Audiensi dengan Uskup Agung Kupang

Related Posts

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

“Dari Benih ke Pohon”, SMK Negeri 3 Komodo Terus Tumbuh di Usia yang ke-6 Tahun

21 Mei 2026

Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur

11 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.