Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Diduga Sebarkan Hoaks, Bupati Ngada Laporkan Pegiat Media Sosial ke Polisi
HUKUM DAN KEAMANAN

Diduga Sebarkan Hoaks, Bupati Ngada Laporkan Pegiat Media Sosial ke Polisi

Lothar dituduhkan telah menyebarkan informasi bohong (hoaks) melalui grup media sosial Facebook, Ngada Bangkit.
By Redaksi24 Januari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lothar Matthaus Geu saat memenuhi panggilan pemeriksaan polisi terkait laporan dugaan penyebaran hoaks di Polres Ngada, pada Kamis, 23 Januari 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT – Bupati Ngada periode 2020–2024, Andreas Paru melaporkan pegiat media sosial Lothar Matthaus Geu pada Senin, 20 Januari 2025.

Lothar dituduhkan telah menyebarkan informasi bohong (hoaks) melalui grup media sosial Facebook, Ngada Bangkit.

Andreas belum memberikan pernyataan resmi terkait laporannya terhadap Lothar. Saat dihubungi VoxNtt.com pada Jumat, 24 Januari 2025, ia menyatakan akan memberikan tanggapan setelah bertemu dengan Penjabat Gubernur NTT di Kupang.

“Pernyataan resmi nanti setelah saya pulang dari Kupang,” ujar Andreas singkat melalui sambungan telepon.

Kasi Humas Polres Ngada, Iptu Sukandar mengatakan, saat ini Lothar tengah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor di Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Ngada.

Menurut Sukandar, terlapor diancam dengan Pasal 45a Ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU ITE Nomor 1 Tahun 2024, yang mengatur tentang penyebaran ujaran kebencian berbasis SARA.

Jika terbukti bersalah, Lothar terancam hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp1 miliar.

Lothar mengaku sudah mendatangi Polres Ngada untuk memenuhi panggilan polisi sebagai saksi terlapor.

Menurutnya, dalam pemeriksaan itu dia dicerca belasan pertanyaan oleh penyidik. Ia telah menjawab semua pertanyaan tersebut apa adanya.

Lothar menilai bahwa polisi yang memeriksanya sangat profesional. Ia mengaku tidak mengalami tekanan apapun selama memberikan keterangan kepada penyidik.

“Saya sepenuhnya mempercayai polisi untuk menentukan apakah kasus ini dapat dilanjutkan atau dihentikan. Sejauh ini, mereka bertindak profesional,” ujar Lothar.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Andreas Paru Bupati Ngada Ngada Polres Ngada
Previous ArticleStevi Harman: Penetapan 749 Titik Layanan Makan Bergizi Gratis di NTT Perlu Perhatikan Sasaran
Next Article Kades Lengkosambi Barat Bantah Tuduhan Korupsi Dana Desa

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.