Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Tuhan Merajut Rahim Hidup Manusia
Gagasan

Tuhan Merajut Rahim Hidup Manusia

By Redaksi28 Maret 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Rahim nyata yang Tuhan berikan kepada manusia adalah alam. Alam adalah kehidupan manusia. Lingkungan hidup adalah salah satu medan perwujudan perjanjian Allah dan manusia. Mari merawat rahim hidup kita, lingkungan hidup kita.

(Minggu Prapaskah V, Tahun A; Jumat, 27 Maret  2026; Yeh 37:21-28; Yer 31:10.11-12b.13; R:10d; Yoh 11:45-56)

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

1

Tuhan adalah hidup manusia. Ia menghembuskan udara. Ia mengalirkan air. Menyuburkan tanah. Memberikan cahaya. Menumbuhkan semua untuk manusia. Ia memulihkan manusia. Ia menghidupkannya. Ia membuat semuanya benar, baik, indah, dan kudus. Kedua bacaan hari ini menunjukkan hal ini.

2

Dalam bacaan pertama (Yeh 37:21-28),  Tuhan mempersatukan orang Israel, memberikan tanah, menjadikan mereka sebuah bangsa dengan satu gembala, menghapus dosanya, mengadakan perjanjian dengan mereka, mereka menjadi umatNya, Dia menjadi Allahnya yang memberikan mereka berkat dan menguduskannya.

3

Dalam bacaan  Injil (Yoh 11:45-56), Allah dalam Yesus mengalahkan kematian. Ia membangkitkan Lazarus. Ia melepaskan Lazarus dari bau busuk dan memberinya wangi kehidupan baru. Ia mengubah kubur menjadi rahim hidup.

4

Bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa menyebut Tuhan adalah menyebut kehidupan.

Pertama,  Tuhan adalah hidup manusia. Manusia berada dalam telapak tanganNya. Sekian dekatnya Tuhan dengan manusia. Maka ia merasa jauh dariNya. Perasaan jauh itu menumbuhkan kebebasan dan otonomi manusia. Tuhan tidak mau menjadikan manusia seperti robot. Namun sering hal itu merangsang dosa manusia.

5

Kedua,  Tuhan adalah rahim hidup manusia. Dia hanya ingin manusia bertumbuh dan hidup. Ia menghidupkannya dari kematian.

6

Ketiga, rahim nyata yang Tuhan berikan kepada manusia adalah alam. Dalam bacaan tadi, kita mendengar setingan ekologis seperti tanah, bangsa, bait. Alam adalah kehidupan manusia. Lingkungan hidup adalah salah satu medan perwujudan perjanjian Allah dan manusia. Mari merawat rahim hidup kita, lingkungan hidup kita.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleRetakan Tanah 100 Meter di Nagekeo Picu Kepanikan, 60 KK Mengungsi
Next Article Menikmati Refrein Lagu yang Seolah Berdoa, Mari Jalani Hari Ini Sampai Pagi Lagi

Related Posts

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Lagu MBG: Ketika Rakyat Berbicara lewat Nada

2 Juni 2026

Pancasila Sebagai Identitas Nasional: Menjaga Jiwa Indonesia di Tengah Arus Zaman

1 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.