Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Menyiapkan Punggung Kehidupan untuk Raja Damai            
Gagasan

Menyiapkan Punggung Kehidupan untuk Raja Damai            

By Redaksi29 Maret 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Renungan Pemberkatan Daun Palem dan Perarakan  Mat 21:1-11)

Oleh: Rm. Inosensius Sutam     

1
Perayaan Minggu Palma dimulai dengan perarakan. Kita mau melayani Yesus, mencari keledai seperti dua murid. Membentangkan pakaian kita. Melambaikan daun palem di tangan sambil menyanyikan lagu hosanna Putera Daud. Kita menyambut Yesus seperti penduduk Yerusalem. Yerusalem itu adalah rumah kita, keluarga kita, kampung kita, KBG, wilayah, stasi, paroki, keuskupan, dan terutama hati, pikiran, perasaan, kehendak, jiwa, dan roh  serta karya dan tingkah laku yang nyata.

2

Kita ingin juga menjadi seperti keledai yang menyiapkan dan memberikan punggung kita untuk tahta Yesus, Sang Raja Damai. Kita seperti pakaian yang dibentangkan dijalan untuk dilewat sang Raja Damai. Kita seperti daun palem yang dilambaikan untuk Dia yang datang dan berjalan bersama kita.

3

Jalan menuju Yerusalem adalah jalan hidup kita menuju akhir yang bahagia dan kekal. Yesus memasuki jalan hidup kita dan menghantar kita ke padang rumput hijau dan air segar, hening dan bening. Mari kita membuka diri kita.

4

Mari kita menjadi keledai, pakaian hidup, daun palem pelayanan dan pengurbanan kepada orang lain di sekitar kita.

5

Mari kita mengakhiri marah, dengki, dendam, dan marah. Mari kita memuji dan membesarkan sesama kita, dan mengasihi tanpa akhir seperti Sang Raja Damai yang tidak takut memasuki Yerusalem untuk berkurban bagi kita semua.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleAteis Bertanya: Mengapa Kamu Masih Beriman?
Next Article Suara Timur Indonesia Desak Kapolri Tindak 11 Akun Penyebar Fitnah terhadap Menteri HAM

Related Posts

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026

Apa yang Tersisa dari Manusia Ketika Artificial Intelligence Meniru Segalanya?

11 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.