(Renungan Pemberkatan Daun Palem dan Perarakan Mat 21:1-11)
Oleh: Rm. Inosensius Sutam
1
Perayaan Minggu Palma dimulai dengan perarakan. Kita mau melayani Yesus, mencari keledai seperti dua murid. Membentangkan pakaian kita. Melambaikan daun palem di tangan sambil menyanyikan lagu hosanna Putera Daud. Kita menyambut Yesus seperti penduduk Yerusalem. Yerusalem itu adalah rumah kita, keluarga kita, kampung kita, KBG, wilayah, stasi, paroki, keuskupan, dan terutama hati, pikiran, perasaan, kehendak, jiwa, dan roh serta karya dan tingkah laku yang nyata.
2
Kita ingin juga menjadi seperti keledai yang menyiapkan dan memberikan punggung kita untuk tahta Yesus, Sang Raja Damai. Kita seperti pakaian yang dibentangkan dijalan untuk dilewat sang Raja Damai. Kita seperti daun palem yang dilambaikan untuk Dia yang datang dan berjalan bersama kita.
3
Jalan menuju Yerusalem adalah jalan hidup kita menuju akhir yang bahagia dan kekal. Yesus memasuki jalan hidup kita dan menghantar kita ke padang rumput hijau dan air segar, hening dan bening. Mari kita membuka diri kita.
4
Mari kita menjadi keledai, pakaian hidup, daun palem pelayanan dan pengurbanan kepada orang lain di sekitar kita.
5
Mari kita mengakhiri marah, dengki, dendam, dan marah. Mari kita memuji dan membesarkan sesama kita, dan mengasihi tanpa akhir seperti Sang Raja Damai yang tidak takut memasuki Yerusalem untuk berkurban bagi kita semua.

