Ruteng, VoxNTT.com – Hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana di Kabupaten Manggarai. Sebuah rumah milik warga di Dusun Laru, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara rusak parah setelah tertimpa pohon mahoni berukuran besar pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 12.15 Wita.
Rumah tersebut diketahui milik Hilarius Tarus, 54 tahun. Pohon mahoni yang tumbang menghantam bagian atap rumah hingga roboh dan membuat bangunan tidak lagi aman untuk ditempati.
Peristiwa itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Rahong Utara sejak siang hari. Angin kencang yang menyertai hujan diduga menjadi penyebab utama tumbangnya pohon mahoni yang berada tidak jauh dari rumah korban.
Akibat kejadian tersebut, keluarga korban terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga demi menghindari risiko bangunan ambruk susulan.
Pantauan di lokasi menunjukkan batang pohon mahoni melintang di atas rumah korban. Seng atap rumah tampak ringsek, sementara kayu penyangga atap roboh akibat tidak mampu menahan beban pohon berukuran besar tersebut. Sejumlah bagian rumah juga tertutup ranting dan puing material bangunan.
Warga sekitar yang mendengar suara keras akibat pohon tumbang langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Bersama aparat Pemerintah Desa Manong, warga mengevakuasi penghuni rumah agar tidak terjadi korban jiwa.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh anggota keluarga korban berhasil diselamatkan meski kondisi rumah mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan struktur bangunan.
Kepala Desa Manong, Vinsensius Jebarus mengatakan pemerintah desa bersama warga langsung mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi keluarga korban ke tempat yang lebih aman.
“KamI segera melakukan evakuasi anggota keluarga korban ke rumah tetangga. Kondisi sementara rumah ini belum bisa dihuni karena atap rumah yang sudah roboh,” ujar Vinsensius Jebarus kepada media ini, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menegaskan pihaknya telah mengimbau korban agar tidak kembali masuk ke dalam rumah sebelum proses pembersihan selesai dilakukan dan situasi benar-benar aman.
“Kami sudah menyampaikan kepada mereka agar tidak menginap di dalam rumahnya sampai pohon dibersihkan,” lanjutnya.
Selain melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian, Pemerintah Desa Manong juga berencana segera menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar korban dapat memperoleh bantuan penanganan dan dukungan perbaikan rumah.
“Selanjutnya kami akan membuat surat dan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten,” tegas Vinsensius.
Hingga Jumat sore, warga bersama aparat desa masih bergotong royong membersihkan batang pohon dan puing rumah yang berserakan di lokasi kejadian. Proses evakuasi material pohon berlangsung cukup sulit karena ukuran batang pohon mahoni yang besar serta kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan.
Peristiwa tersebut kembali menjadi peringatan bagi masyarakat di wilayah Manggarai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah daerah. Pohon-pohon besar yang berada di dekat permukiman warga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan apabila hujan deras dan angin kencang kembali terjadi.
Kontributor: Leo Jehatu

