Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Hujan Disertai Angin Kencang, Rumah Warga di Rahong Utara Tertimpa Pohon Mahoni
Pojok Info

Hujan Disertai Angin Kencang, Rumah Warga di Rahong Utara Tertimpa Pohon Mahoni

By Redaksi15 Mei 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sebuah rumah milik warga di Dusun Laru, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara rusak parah setelah tertimpa pohon mahoni berukuran besar pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 12.15 Wita. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana di Kabupaten Manggarai. Sebuah rumah milik warga di Dusun Laru, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara rusak parah setelah tertimpa pohon mahoni berukuran besar pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 12.15 Wita.

Rumah tersebut diketahui milik Hilarius Tarus, 54 tahun. Pohon mahoni yang tumbang menghantam bagian atap rumah hingga roboh dan membuat bangunan tidak lagi aman untuk ditempati.

Peristiwa itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Rahong Utara sejak siang hari. Angin kencang yang menyertai hujan diduga menjadi penyebab utama tumbangnya pohon mahoni yang berada tidak jauh dari rumah korban.

Akibat kejadian tersebut, keluarga korban terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga demi menghindari risiko bangunan ambruk susulan.

Pantauan di lokasi menunjukkan batang pohon mahoni melintang di atas rumah korban. Seng atap rumah tampak ringsek, sementara kayu penyangga atap roboh akibat tidak mampu menahan beban pohon berukuran besar tersebut. Sejumlah bagian rumah juga tertutup ranting dan puing material bangunan.

Warga sekitar yang mendengar suara keras akibat pohon tumbang langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Bersama aparat Pemerintah Desa Manong, warga mengevakuasi penghuni rumah agar tidak terjadi korban jiwa.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh anggota keluarga korban berhasil diselamatkan meski kondisi rumah mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan struktur bangunan.

Kepala Desa Manong, Vinsensius Jebarus mengatakan pemerintah desa bersama warga langsung mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi keluarga korban ke tempat yang lebih aman.

“KamI segera melakukan evakuasi anggota keluarga korban ke rumah tetangga. Kondisi sementara rumah ini belum bisa dihuni karena atap rumah yang sudah roboh,” ujar Vinsensius Jebarus kepada media ini, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menegaskan pihaknya telah mengimbau korban agar tidak kembali masuk ke dalam rumah sebelum proses pembersihan selesai dilakukan dan situasi benar-benar aman.

“Kami sudah menyampaikan kepada mereka agar tidak menginap di dalam rumahnya sampai pohon dibersihkan,” lanjutnya.

Selain melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian, Pemerintah Desa Manong juga berencana segera menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar korban dapat memperoleh bantuan penanganan dan dukungan perbaikan rumah.

“Selanjutnya kami akan membuat surat dan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten,” tegas Vinsensius.

Hingga Jumat sore, warga bersama aparat desa masih bergotong royong membersihkan batang pohon dan puing rumah yang berserakan di lokasi kejadian. Proses evakuasi material pohon berlangsung cukup sulit karena ukuran batang pohon mahoni yang besar serta kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan.

Peristiwa tersebut kembali menjadi peringatan bagi masyarakat di wilayah Manggarai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah daerah. Pohon-pohon besar yang berada di dekat permukiman warga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan apabila hujan deras dan angin kencang kembali terjadi.

Kontributor: Leo Jehatu

Desa Manong Dusun Laru Kecamatan Rahong Utara Manggarai
Previous ArticleSatlantas Polres Manggarai Barat Tertibkan Parkir Liar di Labuan Bajo, 12 Kendaraan Ditilang
Next Article Banjir Bandang Terjang Desa Manong Manggarai, Dapur dan WC Warga Hanyut

Related Posts

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026
Terkini

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.