Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Hidup dalam Roh vs dalam Daging
Gagasan

Hidup dalam Roh vs dalam Daging

By Redaksi5 Juli 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Rm.  Inosensius Sutam  

(Kamis, MB XIV, 5 Juli  2026, Tahun A; Za 9:9-10; Mzm 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14; Rm 8:9.11-13; Mat 11:25-30)

Alam dalam dirinya selalu adil, damai, lembut, rendah hati. Ia adil karena memberikan cahaya, udara, minuman dan makanan kepada semua. Ia damai karena menerima semua orang dan memberikan ketenangan. Ia lembut dan rendah hati karena tak pernah melawan. Ia menyelimuti manusia dengan hidup yang indah. Mari kita berdamai, berlaku adil, lembut, dan rendah hati. Jangan memasang kuk sampah kepada alam.

1

Mencari Damai, Adil, Ketenangan

Manusia mencari keamanan, kenyamanan, kedamaian dan keadilan. Sayang dia pikir semua itu didapati ketika semua standar manusiawi dalam hidup sosial, politik, ekonomi, kultural dipenuhi. Bacaan hari ini menawarkan Kerajaan Allah dengan raja yang mengendarai keledai dan menghancurkan busur dan kuda perang. Hidup dalam roh dan bukan dalam daging.

2

Raja Damai yang Menguasai Dunia

Bacaan pertama meramalkan seorang raja Israel yang lemah lembut. Ia mengenderai keledai dan bukan kuda perang. Ia mematahkan kereta, busur, dan kuda perang. Karena ia membawa dan memberitakan perdamaian, keadilan dan kejayaan kepada semua bangsa. Wilayah kekuasaannya mencapai seluruh ujung bumi.

3

Roh Allah yang Mematikan Perbuatan Dosa

Kedamaian dan keadilan hanya datang dari orang yang hidup dalam roh. Paulus dalam bacaan kedua menekankan Roh Allah yang membangkitkan Kristus dari kematian. Roh itu hidup dalam semua pengikut Kristus. Dengan Roh  itu semua pengikut Kristus mematikan perbuatan tubuh dan mati bagi dosa.  Dan tidak lagi hidup dalam daging.

3

Yesus yang Lemah Lembut dan Rendah Hati

Sejalan dengan bacaan pertama dan kedua, dalam bacaan Injil, Yesus yang penuh dengan Roh menggambarkan misteri Kerajaan Allah. (a) Misteri itu dinyatakan kepada orang kecil, dan disembunyikan bagi orang bijak dan pandai. (b) Semua diserahkan Bapa kepada Kristus. Hanya Dia dan orang yang ditentukanNya yang mengenal Bapa.

4

(d) Yesus memperkenalkan diri sebagai yang lemah lembut dan rendah hati. Karena itu manusia belajar daripadaNya. Memikul kuk yang dipasangNya. Itulah kekuatan terbesar yang membebaskan manusia dari beban dan letih lesunya.

5

Alam itu tenang, damai, adil, rendah hati, lemah lembut

Pesan bacaan hari ini …..
Pertama, kedamaian, keadilan, dan ketenangan adalah pencarian manusia. Semua hal itu ditawarkan oleh Kerajaan Allah. Manusia bisa masuk ke sana, jika ia hidup dalam roh dan bukan dalam daging. Keinginan daging itu membuat manusia bersaing dan berperang. Merebut kuasa, harta, seks, popularitas. Ia kemudian menjadi letih lesu dan memikul beban berat.

6

Kedua, logika daging dari orang bijak dan pandai adalah jika Anda ingin hidup aman, nyaman, tenang, damai, dan bisa berbuat adil, maka milikilah kuasa, harta, seks, popularitas, dan Anda akan memiliki legasi hidup kekal. (a) Problemnya untuk memperoleh semua hal itu Anda harus bersaing, berlomba, dan berperang. (b) Ini nyata dalam adagium Romawi si vis pacem para bellum (Jika Anda hidup damai  siaplah berperang). Inilah kerajaan duniawi. (c) Kerajaan Allah menawarkan masuk dalam hatimu, lepaskan dirimu semua keinginan daging yang menyebabkan Anda berperang dengan orang lain. (d) Hiduplah dalam roh. Jadilah rendah hati, lemah lembut, adil. Inilah kuk spiritual. Karena kita akan menderita juga untuk memperoleh hal ini. (e) Jika kita masuk dalam damai yang sesungguhnya maka kita akan bersaudara dan bersatu dengan semua orang. Kerajaan Allah yang mencakup seluruh bumi terletak di sini.

7

Ketiga, dimensi ekologis dari bacaan hari ini adalah laut, sungai, bumi, busur, kereta, kuda, keledai, daging, langit, kerajaan. Allah itu digambarkan pemilik langit dan bumi. Kerajaan Allah mencakup semua ciptaan. Alam dalam dirinya selalu adil, damai, lembut, rendah hati. Ia adil karena memberikan cahaya, udara, minuman dan makanan kepada semua. Ia damai karena menerima semua orang dan memberikan ketenangan. Ia lembut dan rendah hati karena tak pernah melawan. Ia menyelimuti manusia dengan hidup yang indah. Mari kita berdamai, berlaku adil, lembut, dan rendah hati. Jangan memasang kuk sampah kepada alam.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleKeuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok
Next Article Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

Related Posts

PMKRI dan Proyek Kebhinekaan

26 Juli 2026

STEAMS Membangun Murid Berpikir Bijaksana

25 Juli 2026

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026
Terkini

Cak Imin Lantik Sewargading Jadi Ketua DPC PKB Manggarai Barat Periode 2026-2031

27 Juli 2026

PMKRI dan Proyek Kebhinekaan

26 Juli 2026

STEAMS Membangun Murid Berpikir Bijaksana

25 Juli 2026

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.