Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Stevi Harman: Penetapan 749 Titik Layanan Makan Bergizi Gratis di NTT Perlu Perhatikan Sasaran
KESEHATAN

Stevi Harman: Penetapan 749 Titik Layanan Makan Bergizi Gratis di NTT Perlu Perhatikan Sasaran

Sejauh ini, Badan Gizi Nasional telah memetakan kebutuhan anggaran untuk program milik Presiden Prabowo Subianto itu sebesar Rp8 triliun.
By Redaksi24 Januari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, dr. Maria Stevi Harman saat rapat kerja Komite III DPD RI dengan Badan Gizi Nasional, Selasa, 21 Januari 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT – Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, dr. Maria Stevi Harman meminta pemerintah perlu mempertimbangkan masyarakat sasaran penerima layanan makan bergizi gratis, tidak hanya berpatok pada kemudahan akses dan jangkauan pada satuan layanan.

Sebelumnya, kata dia, Badan Gizi Nasional sudah menetapkan 749 titik atau satuan pelayanan makan bergizi gratis di NTT.

“Saya kasih saran supaya pengadaan satuan pelayanan gizi ini jangan cari yang di kota-kota saja atau yang mudah dijangkau,” ujar Stevi kepada Badan Gizi Nasional dalam agenda rapat kerja Komite III DPD RI dengan Badan Gizi Nasional, Selasa, 21 Januari 2025.

Ia menegaskan, pelayanan program makan bergizi gratis di Provinsi NTT harus tepat sasaran.

Stevi juga mengingatkan layanan makan bergizi gratis ini diberikan di wilayah dengan tingkat stunting atau kemiskinan tertinggi sesuai pemetaan pemerintah setempat.

“Kita lihat kesiapan tenda dari kabupaten-kabupaten yang mungkin bisa membantu dalam program ini, dan juga penetapan secara geografis, misalkan dipilih dari daerah-daerah yang angka stuntingnya tinggi atau angka kemiskinannya tinggi,” katanya.

Sejauh ini, Badan Gizi Nasional telah memetakan kebutuhan anggaran untuk program milik Presiden Prabowo Subianto itu sebesar Rp8 triliun.

Terpisah, Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto menginginkan agar bahan baku yang digunakan pada program makan bergizi gratis berasal dari daerah sendiri. Itu seperti beras dan sayur dari petani NTT. Daging dan telur ayam dihasilkan dari peternak lokal, dan ikan datang dari nelayan lokal.

“Sehingga nantinya program ini bukan saja menjawab masalah stunting dengan pemenuhan gizi seimbang, melainkan juga ada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Andriko saat kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo pada Kamis, 16 Januari 2025.

Sebab itu, ia mendorong peningkatan produktivitas pangan lokal. Sebab selain mendukung program makan bergizi gratis, peningkatan produktivitas pangan lokal menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan kemiskinan dan menyelesaikan persoalan stunting di NTT.

“Saat ini sudah ada program makan gratis bergizi yang diberikan kepada anak-anak kita. Ini merupakan program untuk memenuhi asupan gizi bagi anak-anak,” kata Andriko. [VoN]

Andriko Noto Susanto Badan Gizi Nasional Maria Caecilia Stevi Harman Penjabat Gubernur NTT Program Makan Bergizi Gratis Stevi Harman
Previous ArticleDianiaya tapi Jadi Terdakwa, Penjual Sayur di Kupang Terharu Diputus Bebas Hakim
Next Article Diduga Sebarkan Hoaks, Bupati Ngada Laporkan Pegiat Media Sosial ke Polisi

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.