Kupang, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya agar tidak bekerja sekadar untuk memenuhi kewajiban, tetapi harus berkomitmen untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, ASN sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik harus bekerja dengan lebih dari sekadar upaya biasa, melainkan dengan cerdas, tuntas, dan berdampak.
“ASN harus mampu menunjukkan profesionalisme, inovasi, dan etos kerja yang tinggi. Kita bukan hanya pelaksana administrasi, tapi juga agen perubahan yang membawa birokrasi ke arah yang lebih modern, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelas Melki dalam sambutannya saat apel gabungan bersama seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT bertempat di Halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Senin, 3 Maret 2025.
Ia mengungkapkan bahwa core values bagi ASN adalah Ber-AKHLAK, yang terdiri dari tujuh poin penting: Berorientasi Pelayanan – Mengutamakan kepentingan masyarakat. Akuntabel – Kebijakan dan tindakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kompeten – Terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.
Harmonis – Membangun lingkungan kerja yang solid dan kondusif. Loyal – Menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Adaptif – Siap menghadapi perubahan dan berinovasi. Kolaboratif – Bekerja sama lintas sektor untuk hasil maksimal.
“Saya ingin nilai-nilai ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus terwujud dalam setiap keputusan dan tindakan nyata. ASN NTT harus menjadi contoh birokrasi yang modern, cepat, dan responsif. Kita tidak boleh kalah dengan standar kerja di sektor swasta,” ujar Melki.
Ia juga menyoroti efisiensi anggaran dan menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menyesuaikan program dan kegiatannya sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Setiap rupiah yang dikeluarkan, menurutnya, harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengelolaan anggaran harus efisien, tepat guna, dan bebas kebocoran. Dalam kondisi fiskal terbatas, kita harus cerdas dalam menentukan prioritas program yang memberikan manfaat langsung,” tambahnya.
Lebih lanjut, Melki mengingatkan ASN untuk mengadopsi teknologi dalam bekerja.
“Kita berada di era digitalisasi, dan e-government harus terus didorong. ASN harus cerdas memanfaatkan teknologi, gesit menghadapi perubahan, punya visi ke depan, dan tetap semangat seperti anak muda,” pungkasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan, kesejahteraan ASN tetap menjadi prioritas, namun harus sejalan dengan kinerja yang baik.
“TPP harus diberikan dengan evaluasi berbasis kinerja dan dedikasi. Kinerja akan menjadi tolok ukur utama dalam pemberian tunjangan dan penghargaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengajak ASN untuk bekerja dengan semangat pengabdian, disiplin, dan loyalitas.
“ASN NTT harus kompak, solid, dan memiliki jiwa pertarung dalam membangun NTT,” kata Johni.
Setelah apel bersama, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT langsung memimpin rapat dengan Pimpinan Perangkat Daerah.
Dalam rapat tersebut, Melki menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi meski anggaran terbatas.
“Walaupun anggaran rendah, kita harus lebih inovatif. Program-program yang dapat meningkatkan ekonomi, seperti koperasi desa, harus didukung untuk berkembang,” katanya.
Johni menambahkan, dukungan terhadap UMKM dan kesempatan untuk ASN mengikuti program beasiswa, seperti LPDP, penting untuk meningkatkan kualitas SDM di NTT.
“Kita membutuhkan SDM yang unggul dan berkualitas untuk membangun NTT,” tegasnya. [VoN]

