Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Buntut Pidato Bupati, Rapat Paripurna DPRD Nagekeo Berakhir Ricuh
Regional NTT

Buntut Pidato Bupati, Rapat Paripurna DPRD Nagekeo Berakhir Ricuh

By Redaksi6 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kericuhan antara Marselinus F Ajo Bupu dari PDIP dan Lukas Mbulang dari Perindo terjadi usai Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD Nagekeo, Kamis, 6 Maret 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/VoxNtt.com) 
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT– Rapat Paripurna DPRD Nagekeo yang digelar pada Kamis, 6 Maret 2025, berlangsung ricuh akibat terjadinya adu mulut antara dua anggota dewan, Marselinus F. Ajo Bupu dari PDI Perjuangan dan Lukas Mbulang dari Partai Perindo.

AInsiden ini terjadi saat Lukas Mbulang menginterupsi jalannya sidang untuk meminta klarifikasi dari Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, terkait pernyataannya dalam acara Misa Perutusan di Lapangan Berdikari Danga pada 4 Maret 2025.

Kericuhan bermula ketika Ketua DPRD Nagekeo, Safar, memberikan kesempatan berbicara kepada Lukas Mbulang.

Namun, sebelum Lukas menyampaikan pendapatnya, Marselinus F. Ajo Bupu—yang hadir dalam rapat dengan pakaian bebas, bukan Pakaian Sipil Lengkap (PSL)—langsung memotong pembicaraan dan berteriak, “Saya minta sidang ini bubar, tidak ada yang lebih hebat di Nagekeo ini!”

Situasi semakin memanas ketika Marselinus tampak berusaha menyerang secara fisik, sementara sejumlah anggota DPRD lainnya berusaha menenangkannya.

Dalam pidatonya di acara Misa Perutusan, Bupati Simplisius Donatus menyinggung proses pencarian dukungan partai saat dirinya masih menjadi kandidat bupati.

Dengan gestur membolak-balikkan telapak tangan, Simplisius menyatakan, awalnya ia telah berupaya bekerja sama dengan Partai Perindo, tetapi akhirnya memilih partai lain setelah merasa tidak mendapat dukungan penuh.

“Ketika Perindo sudah mulai begini-begini (membolak-balikkan telapak tangan), saya abaikan, saya ambil PAN, Bapa Mama. Ternyata benar, Bapa Mama, 90 persen saya sudah kerjakan untuk Perindo, besok baca nama orang lain,” ujar Simplisius saat itu.

Pernyataan tersebut dinilai merendahkan citra Partai Perindo di mata publik, yang kemudian mendorong Lukas Mbulang meminta klarifikasi langsung dari Bupati dalam rapat paripurna.

Usai insiden tersebut, Lukas Mbulang menegaskan, dirinya tetap meminta Bupati Nagekeo untuk memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang dianggap merugikan Partai Perindo.

“Saya tadi hanya mau tanya apa bisa atau tidak kita menyelesaikan langsung di ruang sidang, sehingga bisa selesai langsung, tidak membias,” ujar Lukas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penyelesaian jelas terkait polemik pernyataan Bupati maupun insiden yang terjadi dalam rapat paripurna DPRD Nagekeo.

Sementara itu, Kepala Badan Kehormatan Dewan, Anton S. Wangge, menilai bahwa insiden ini masih dalam batas dinamika politik dan belum masuk kategori pelanggaran tata tertib DPRD.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Bupati Nagekeo DPRD Nagekeo Lukas Mbulang Marselinus F Ajo Bupu Nagekeo Simplisius Donatus
Previous ArticleHery Nabit Dikritik sebagai “Bupati Tukang Stempel” terkait Proyek Geotermal
Next Article Pembangunan Manggarai Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi, Bupati: Ada Pemangkasan di Daerah Sesuai SE Menteri

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.