Ruteng, VoxNTT.com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (HKN) tanggal 29 Juni lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah meluncurkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Program GATI bertujuan memastikan kehadiran ayah dalam kehidupan anak, mencegah fenomena “fatherles” demi menciptakan keluarga yang harmonis, sehat dan seimbang.
Di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bupati mengimbau kepada setiap orang tua khususnya ayah agar mulai pekan depan dapat mengantar anak ke sekolah.
Hal ini penting dilakukan agar orang tua lebih mengenal guru yang akan bertanggung jawab mendidik anak-anaknya di sekolah.
“Pekan depan mulai 14 Juli anak-anak yang baru masuk sekolah kelas 1 SD atau 1 SMP akan diantar ayah ke sekolah. Atau ayah diizinkan mendampingi anak ke sekolah,” kata Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit dalam arahan apel, Senin, 7 Juli 2025.
“Kita ambil kebijakan yang kecil saja tetapi ada langkah maju bahwa bapak-bapak punya tanggung jawab lebih untuk mendampingi pendidikan anak,” tambah dia.
Menurutnya, dengan langkah ini membantu para orang tua dalam memantau lingkungan sekolah anak dan lingkungan belajar anak.
Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengukur keseriusan orang tua khususnya ayah dalam mengurus pendidikan anak serta memberi tanda ke sekolah bahwa anak didampingi orangtua secara langsung dalam pendidikannya sehingga tidak ada lagi perundungan atau bullying.
“Sebagia besar kita adalah ayah teladan, ada banyak hal yang bisa diwujudkan dari kita sebagai bapak dan sebagai ayah. Salah satu momen penting yang dapat diwujudkan mulai pekan depan masuk tahun ajaran baru ayah diizinkan mengantar anak ke sekolah,” ungkap Bupati Nabit.
Salah seorang ayah di Kota Ruteng, Yohanes Patrisius Mole mengaku sangat mendukung imbauan ini. Namun ia tetap pada prinsip bahwa guru adalah sosok yang lebih baik dalam mendukung perkembangan intelektual anak.
Ia berkata, ayah memang punya tanggung jawab moril untuk anak tetapi guru tetap menjadi pahlawan terdepan dan nomor satu bagi perkembangannya.
“Kalau kami diimbau untuk dampingi anak ke sekolah sangat wajar sekali, namanya orangtua pasti punya tanggung jawab moril, tetapi guru tetap nomor satu untuk perkembangan anak, itu urusan mereka di sekolah, kami orangtua sifatnya membantu guru di rumah,” kata Patrisius.
Ia pun menyambut baik imbauan ini demi rasa tanggung jawab untuk anaknya.
Penulis: Berto Davids

