Kupang, VoxNTT.com – Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransisco Bessi menyatakan, pihaknya tidak mengetahui sama sekali terkait dikeluarkannya salah satu atlet taekwondo asal Kota Kupang dari Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) NTT pada awal Juli lalu.
“Saya sebagai Ketua Umum Pengprov TI NTT sama sekali tidak pernah diberitahu ataupun mengetahui hal ini,” ujar Fransisco kepada VoxNtt.com, Sabtu, 12 Juli 2025 sore.
Fransisco menjelaskan, informasi mengenai dikeluarkannya atlet bernama Fernando Tibo Olla tersebut justru baru diketahuinya dari pemberitaan media.
“Kami mengetahuinya melalui media setelah diangkat,” katanya.
Sebagai Ketua Umum, Fransisco atau yang akrab disapa Sisco menilai, seharusnya SKO yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi NTT dapat meniru pola koordinasi yang selama ini diterapkan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT.
“Dispora NTT apapun kegiatan yang berkaitan dengan cabang olahraga dan atlet selalu melibatkan Cabor,” ujarnya.
Menurut Sisco, Dispora NTT selalu mengedepankan musyawarah bersama jika ada permasalahan yang menimpa atlet.
Ia menilai hal ini merupakan pendekatan yang lebih baik dan solutif.
“Kita duduk bersama untuk mencari solusi dan jalan yang terbaik. Ini contoh yang baik dan harus diterapkan. Saya bersyukur media mengangkat hal ini sehingga menjadi terang benderang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sisco mendesak agar Komisi V DPRD NTT segera mengambil langkah dengan memanggil semua pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan.
Ia berharap Komisi V dapat mendengarkan penjelasan secara langsung dari berbagai pihak, mulai dari atlet yang bersangkutan, orang tua, pihak SKO, cabang olahraga, dinas terkait, hingga kepala sekolah.
“Supaya masalah ini menjadi clear dan tidak menjadi opini liar di masyarakat,” imbuhnya.
Penulis: Ronis Natom

