Kupang, VoxNTT.com – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun 2024 itu memiliki nilai anggaran sebesar Rp48.692.000.000.
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT, Alfons G. Loe Mau membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap para saksi telah berlangsung sejak Senin, 15 September 2025.
“Iya benar. Ada pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang senilai Rp Rp48.692.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun 2024,” kata Alfons, Selasa, 16 September 2025.
Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Belu ini menjelaskan, sedikitnya lima orang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut.
“Pemeriksaan dilakukan penyidik Tipidsus Kejati NTT sejak Senin 15 September 2025 hingga Rabu 17 September 2025 besok,” ungkap Aspidsus Kejati NTT itu.
MoU Tidak Ganggu Proses Hukum
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Zet Tadung Allo menegaskan, proses penyelidikan terhadap proyek pembangunan gedung perkuliahan FKKH Undana tetap berjalan dan tidak akan terpengaruh oleh adanya nota kesepahaman atau MoU antara pihak kampus dan lembaga lain.
“MoU itu tidak dapat mempengaruhi proses penyelidikan yang saat ini dilakukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT),” tegas Zet, 2 September 2025 lalu.
Ia menjelaskan, nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, bukan dengan Kejati NTT.
“Itu MoU antara Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Kejati NTT tidak ikut dalam MoU tersebut, kami hanya memfasilitasi dan turut menyaksikan saja,” ungkap Zet.
Penulis: Ronis Natom

