Borong, VoxNTT.com – Kabar gembira untuk tim berjuluk Lawe Lujang Persematim Manggarai Timur usai berhasil menahan imbang 1-1 Persena Nagekeo di laga penutup Pra Eltari Memorial Cup (ETMC) Ende tahun 2025.
Hasil seri ini mengantarkan tim kebanggaan masyarakat Manggarai Timur itu finish di podium kedua dengan mengoleksi 4 poin, unggul selisih gol dari Persena yang juga finis di podium kedua.
Di podium satu ada tuan rumah Perse Ende yang mengoleksi 6 poin dari hasil dua kemenangan dan satu kekalahan, kemudian di podium empat atau juru kunci ada Persami Maumere yang hanya mengoleksi 3 poin dari hasil satu kemenangan dan dua kali kekalahan.
Sebagai bentuk penghargaan, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda pun memberikan uang untuk keempat tim yang sudah berpatisipasi dalam kegiatan Pra ETMC 2025 itu.
Persematim sendiri mendapat uang sebesar Rp10.000.000 sebelum hari ini Jumat 24 Oktober 2025 kembali ke Kota Borong, Manggarai Timur.
Uang 10 juta itu diberi sebagai insentif atau uang lelah sekaligus bentuk penghargaan bagi Persematim karena telah berpatisipasi dalam Pra ETMC tahun ini.
Saat ini tim Kontingen Persematim pun sudah bertolak dari Ende menuju Borong untuk lanjut menggelar pemusatan latihan tahap dua di Lapangan Kisol, Kecamatan Kota Komba.
Pada pertandingan penutupan Pra ETMC 2025 itu, Persematim memang harus puas usai mampu bermain imbang 1-1 melawan Persena Nagekeo karena hasil tersebut berpengaruh pada jumlah poin dan produktivitas gol untuk Persematim finis di podium dua.
Gol Persematim dan Persena masing-masing tercipta pada menit ke 22 babak pertama dan menit ke 52 babak kedua.
Persena unggul lebih dulu di babak pertama melalui kaki Marno nomor punggung 27 sebelum disamakan oleh pemain Persematim Frans Daru nomor punggung 12 di babak kedua.
Gol Frans Daru tercipta melalui titik putih setelah mendapat hadia penalti dari Wasit Afendi Barahi yang memimpin pertandingan.
Hasil 1-1 itu pun tidak berubah dan bertahan hingga pertandingan 90 menit berakhir.
Pelatih Kepala Persematim, Fensi Antang berkata, pemain yang turun melawan Persena Nagekeo sore kemarin merupakan pemain inti hasil evaluasi dua pertandingan sebelum.
Meski hanya meraih hasil seri, Fensi bilang penampilan anak asuhnya sudah sangat maksimal dan memuaskan, sehingga ia dan teman-teman official bisa melihat kekuatan tim secara keseluruhan.
“Yang turun melawan Persena merupakan skuad inti hasil evaluasi dua pertandingan sebelum, kecuali penjaga gawang pelapis ketiga. Jadi di pertandingan terakhir kemarin kami sudah bisa melihat kekuatan tim secara keseluruhan,” tutur Fensi.
Ia juga mengklaim bahwa pemain Persena dominan diisi pemain dari Jawa dan Papua sehingga satu sisi ia merasa bangga karena mampu menahan imbang Persena.
Fensi kemudian memberi catatan penting untuk skuadnya sebelum menghadapi turnamen utama.
Catatan penting yang pertama adalah pembenahan fisik dan catatan penting yang kedua adalah latihan penguasaan bola.
“Dua minggu tersisa kami fokus pembenahan fisik dan latihan penguasaan bola, itu harus jadi catatan penting untuk skuad. Sampai Borong anak-anak langsung ikut TC di Kisol lalu akhir bulan rencana bikin agenda sparing melawan Persim Manggarai di Unika Ruteng atau Biara Novisiat Kuwu,” kata Fensi.
Penulis: Berto Davids

