Ruteng, VoxNTT.com – Menteri Koordinasi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu disampaikannya saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat, 14 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, AHY mengapresiasi paparan Kepala Bandara Komodo dan menekankan bahwa pengembangan bandara merupakan program super prioritas untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas bandara, mulai dari fasilitas udara, layanan kargo, hingga integrasi proses administrasi yang cepat dan mudah bagi wisatawan.
Terkait pembangunan infrastruktur jalan, AHY mengingatkan perlunya pengawasan yang ketat dan perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi topografi wilayah.
“Koordinasi lintas kementerian akan ditingkatkan, khususnya terkait pembangunan embung yang telah terealisasi di separuh kecamatan. Kondisi jalan dari Labuan Bajo menuju Reo yang rusak juga menjadi perhatian serius kami, karena berdampak pada rantai pasok pangan. Pengaspalan akan dipercepat untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan lokal,” jelas AHY.
Ia juga menyampaikan bahwa peninjauan lapangan mencakup progres perbaikan alinyemen jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu yang telah mencapai 99,23% untuk zona A, B, dan C.
Selain itu, pembangunan Jalan Lintas Utara Flores sepanjang 141 km ditargetkan memangkas waktu tempuh Labuan Bajo–Reo dari 6–7 jam menjadi 3–4 jam. Adapun pekerjaan pengaspalan sepanjang 88 km masih menunggu alokasi anggaran untuk tahun 2026–2027.
AHY menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh proyek strategis tersebut karena dinilai sangat vital dalam memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, serta membuka peluang pariwisata baru di Flores bagian utara.
Kunker ini sekaligus menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pengembangan infrastruktur strategis di NTT, khususnya pada sektor konektivitas, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
“Seluruh program dan intervensi yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya,” pungkas AHY.
Kontributor: Isno Baco

