Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»KPAD Manggarai Edukasi Tiga SMK: Remaja Dibekali Pengetahuan Cegah HIV/AIDS
KESEHATAN

KPAD Manggarai Edukasi Tiga SMK: Remaja Dibekali Pengetahuan Cegah HIV/AIDS

By Redaksi1 Desember 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
KPAD Kabupaten Manggarai saat sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di SMK Sadar Wisata Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2025, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ruteng, Senin, 1 Desember 2025. Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di SMK Sadar Wisata Ruteng, SMK Santo Petrus Ruteng, dan SMK Bina Kusuma Ruteng.

Sekretaris KPAD Manggarai, Kosmas Takung, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai risiko dan upaya pencegahan HIV/AIDS.

“Kelompok usia muda merupakan kelompok yang harus dibekali pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku berisiko,” kata Kosmas.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat, termasuk pelajar, agar tidak takut melakukan pemeriksaan HIV.

Pemerintah juga menjamin ketersediaan obat antiretroviral (ARV) secara gratis di fasilitas kesehatan, sesuai dengan regulasi nasional yang mengatur jaminan kesehatan masyarakat.

“Obat ARV harus diminum setiap hari secara teratur. Jika terputus, virus dapat meningkat kembali dan memperburuk kondisi kesehatan pasien,” jelasnya.

Meski demikian, Kosmas menyoroti masih adanya pasien yang berhenti minum obat atau drop out karena berbagai kendala, termasuk akses transportasi ke rumah sakit. Padahal, keberlanjutan pengobatan merupakan faktor penting bagi kesehatan Orang dengan HIV (ODHIV).

Ia memaparkan bahwa sejak tahun 2013 hingga Agustus 2025, KPAD Manggarai mencatat 535 kasus HIV/AIDS di wilayah Manggarai Raya, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Data tersebut mencakup pasien yang melapor dan rutin mengambil obat, sementara jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena masih adanya kasus yang belum terdeteksi.

Kosmas mengungkapkan, kasus HIV di Manggarai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama 25–49 tahun. Kasus pun tersebar pada beragam profesi seperti pelajar, ibu rumah tangga, pekerja swasta, hingga pekerja informal.

Tantangan lain adalah stigma yang masih kuat di masyarakat. Ia meminta warga untuk tidak memberi label atau menuduh seseorang hanya berdasarkan gejala yang mirip HIV.

“Masyarakat dianjurkan untuk menyampaikan secara baik agar warga yang memiliki gejala segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tanpa rasa takut atau malu,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui KPAD terus memperluas sosialisasi dan edukasi di sekolah, desa, dan berbagai komunitas.

Teknologi digital turut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi serta pertukaran informasi mengenai gejala, pencegahan, dan penanganan HIV/AIDS.

Kosmas menegaskan pentingnya kesadaran generasi muda untuk menjaga diri dan menghindari perilaku berisiko.

Ia juga mengingatkan, hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total, sehingga pencegahan menjadi langkah paling efektif.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Sosialisasi di tiga sekolah ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi dan mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai,” tutupnya.

Kontributor: Isno Baco

KPAD Manggarai Manggarai SMK Sadar Wisata Ruteng
Previous ArticlePeduli Sesama Jelang Nataru, CV Anugerah Raya Buka Pasar Beras Murah di Ruteng dan Reok
Next Article Gubernur NTT Tinjau SMK Negeri 4 Kupang, Dorong Inovasi Teknologi hingga Pematenan Produk OSOP

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.