Ruteng, VoxNTT.com – Pengambilan sampel penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mendekati 100% persen. Angka tersebut merupakan hasil target dan pencapaian sepanjang tahun 2025.
Dinas Kesehatan wilayah itu mencatat, sebanyak 25 Fasilitas Layanan Kesehatan telah bergerak melakukan pengambilan sampel ISPA dan selanjutnya sampel tersebut dikirim ke Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Gabriel Amir menjelaskan, target pengambilan sampel ISPA sepanjang tahun 2025 berjumlah 700 orang dan sampai saat ini pencapaiannya sudah berjumlah 676 orang.
“Itu artinya cakupan sampel sudah mendekati 100% persen, kemungkinan akan mencapai 100% persen murni dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Gabriel di ruangan kerjanya, Rabu 10 Desember 2025.
Gabriel berkata, sampel ISPA tersebut bersumber dari 25 Fasilitas Layanan Kesehatan yang tersebar di 12 Kecamatan dengan masing-masing target dan pencapaiannya. Fasilitas Layanan Kesehatan seperti Puskesmas Kota terhitung yang paling tinggi cakupan target dan pencapaiannya.
“Puskesmas Kota berjumlah 87 target dan pencapaian rilnya juga sesuai target, sehingga persentasenya 100% persen. Kurang lebih ada 18 Puskesmas lainnya yang juga target dan pencapaiannya sama, yakni 100% persen,” jelas Gabriel.
Ia pun merinci beberapa Fasilitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Manggarai yang pengambilan sampel ISPA nya belum mencapai 100% persen, tetapi sekarang sudah mendekati angka 100% persen.
Di antaranya, Puskesmas Bangka Kenda sebesar 89,29% persen dari target 28 orang dan pencapaian 25 orang, Puskesmas Wae Mbeleng sebesar 96,97% persen dari target 33 orang dan pencapaian 32 orang, Puskesmas Narang sebesar 56,52% persen dari target 23 orang dan pencapaian 13 orang.
Selanjutnya Puskesmas Nanu sebesar 94,44% persen dari target 18 orang dan pencapaian 17 orang, Puskesmas Wangko sebesar 91,30% persen dari target 23 orang dan pencapaian 21 orang, Puskesmas Wae Kajong sebesar 61,11% persen dari target 18 orang dan pencapaian 11 orang.
Menurut Gabriel, proses pengambilan sampel pada Fasilitas Layanan Kesehatan tetap terus berjalan dari waktu ke waktu dan beberapa Puskesmas yang belum mendekati 100% persen tetap akan mencapai 100% persen.
“Pengambilan sampelnya terus berjalan, semuanya akan mencapai 100% persen. Untuk yang sudah diambil kami langsung kirim ke Kupang dan sekarang sedang menunggu hasilnya,” ujar Gabriel.
Lebih lanjut ia menyebut target dan pencapaian pengambilan sampel ISPA di Kabupaten Manggarai termasuk paling tinggi karena penyakit ini kerap menyerang siapa saja tanpa memandang golongan usia.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap penyebab yang bisa berpotensi terkena ISPA.
Penyebab ISPA ini, kata Gabriel, kerap datang dari faktor lingkungan yang lembab, kebiasaan pola hidup yang kurang sehat, faktor daya tahan tubuh, dan yang paling rentan karena faktor perubahan cuaca.
“Maka dari itu penyebab ini yang kita harus waspadai karena mudah muncul dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Gabriel.
Tak hanya itu, faktor penyebab ISPA lainnya bisa juga datang dari para perokok.
Perokok sangat beresiko tinggi terkena ISPA karena asap rokok mengandung racun berbahaya.
“Kalau yang perokok ini sering muncul gejala umum seperti batuk, pilek, sesak napas. Nah itu sudah termasuk ISPA, karena itu harus waspada terhadap penyebabnya,” pungkas Gabriel.
Penulis: Berto Davids

