Ruteng, VoxNTT.com – Empat destinasi pariwisata tercatat menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keempat destinasi tersebut adalah Wae Rebo, Todo, Liang Bua, dan Ruteng Pu’u.
“Bahwa untuk destinasi yang berkontribusi PAD di Manggarai ini ada empat yakni, Wae Rebo, Todo, Liang Bua dan Ruteng Pu’u,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Alosius Jebarut, kepada VoxNtt.com, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurut Alosius, empat destinasi tersebut hampir setiap tahun menunjukkan tren peningkatan kontribusi PAD, termasuk Ruteng Pu’u.
Namun, ia mengakui jumlah kunjungan wisatawan pada Desember cenderung menurun di hampir seluruh destinasi wisata.
“Yang rame pengunjung itu di bulan Juli, Agustus hingga September. Itu berarti mereka betul-betul mensuport PAD,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh VoxNtt.com, realisasi PAD sektor pariwisata Kabupaten Manggarai dalam dua tahun terakhir menunjukkan kondisi fluktuatif.
Pada 2023 dan 2024, persentase realisasi PAD belum mencapai 100 persen, meskipun terjadi kenaikan tarif masuk destinasi wisata.
Pada 2023, target PAD pariwisata sebesar Rp231.200.000 dengan realisasi Rp219.828.000 atau 95,08 persen. Masih terdapat selisih target sebesar Rp11.372.000.
Sementara pada 2024, target PAD meningkat menjadi Rp350.000.000 dengan realisasi Rp329.299.000 atau 94,09 persen, menyisakan Rp20.701.000 dari target yang belum tercapai.
Kenaikan tarif mulai diberlakukan pada 2024, yakni Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara dari sebelumnya Rp20.000, Rp10.000 untuk wisatawan lokal dewasa dari Rp5.000, serta Rp3.000 untuk wisatawan mahasiswa atau pelajar dari sebelumnya Rp2.000.
Meski demikian, Alosius menilai capaian PAD tersebut masih berada dalam kondisi normal dan termasuk yang terbaik. Ia menyebut capaian PAD sangat bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan.
“Kalau kunjungan wisatawannya tidak naik maka kita tidak bisa paksa untuk genjot PAD. Akan tetapi meski belum mencapai 100 persen target PAD ini sudah mendekati realisasi dan berada di angka terbaik,” kata Alosius, belum lama ini.
Ia juga menyebut erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 2024 turut berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan ke Manggarai dan berpengaruh terhadap PAD.
“Dampak erupsi gunung lewotobi kemarin sampai ke Manggarai, ini merupakan fenomena alam yang dapat mempengaruhi semua sektor termasuk pariwisata, tidak hanya di manggarai tetapi juga di tempat pariwisata lain,” ujar Alosius.
Sepanjang dua tahun terakhir, Wae Rebo tercatat sebagai penyumbang PAD terbesar sektor pariwisata Manggarai, disusul Todo, Ruteng Pu’u, dan Liang Bua.
“Obyek wisata Todo pada tahun 2023 dan 2024 masih menjadi penyumbang terbanyak kedua, jumlahnya mengalami kenaikan dari tahun 2023 ke 2024, apalagi obyek wisata Wae Rebo jumlahnya lebih mengalami kenaikan lagi dari tahun 2023 ke 2024,” jelas Alosius.
Pada 2023, total pungutan tarif di Wae Rebo mencapai Rp135.040.000 dari kunjungan 4.094 wisatawan mancanegara dan 10.632 wisatawan lokal dewasa. Namun, selama 2023 dan 2024, kunjungan wisatawan mahasiswa atau pelajar ke Wae Rebo tercatat nihil.
“Jadi selama dua tahun terakhir kunjungan wisatawan mahasiswa/pelajar di Wae Rebo masih nihil. Mereka lebih banyak berkunjung ke Todo, Ruteng Pu,u dan Liang Bua. Kondisi ini juga mempengaruhi PAD dari Wae Rebo untuk Kabupaten Manggarai,” ungkapnya.
Untuk destinasi Todo, pada 2023 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 1.894 orang, wisatawan lokal dewasa 2.203 orang, dan mahasiswa atau pelajar 69 orang, dengan total PAD sebesar Rp49.033.000.
Pada 2024, jumlah kunjungan meningkat menjadi 2.176 wisatawan mancanegara, 1.603 wisatawan lokal dewasa, dan 13 mahasiswa atau pelajar, dengan kontribusi PAD sebesar Rp81.349.000.
Sementara itu, Ruteng Pu’u dan Liang Bua pada 2023 masing-masing menyumbang PAD sebesar Rp18.014.000 dan Rp17.741.000. Pada 2024, kontribusi PAD dari kedua destinasi tersebut meningkat menjadi Rp24.212.000 dan Rp32.388.000.
Alosius menyatakan kenaikan tarif masuk destinasi wisata masih akan berlanjut hingga 2025 dan akan disesuaikan dengan pembahasan bersama DPRD terkait target PAD berikutnya.
Ia berharap sektor pariwisata dapat mencatatkan peningkatan realisasi PAD pada 2025.
Selain empat destinasi utama tersebut, Dinas Pariwisata Manggarai juga menargetkan pengelolaan obyek wisata lain seperti Pangka Dari, Lingko Meler, Nuca Molas, dan Torong Besi agar turut menyumbang PAD bagi Kabupaten Manggarai.
Kontributor: Isno Baco

