Ruteng, VoxNTT.com – Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Fransiskus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa memberikan klarifikasi atau keterangan terkait peristiwa tenggelamnya salah satu pelajar, Armendo W. Jeferson pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu.
Dalam keterangannya, Kamis, 15 Januari 2026, Kepala SMP Fransiskus Ruteng, RD. Enchik Aldion berkata, pihaknya belum bisa memberikan klarifikasi dalam bentuk apapun terkait peristiwa tenggelamnya Armendo.
Enchik mengklaim, seluruh informasi sedang dikantongi pihak Polsek Reo, sehingga pihak sekolah diingatkan untuk tidak memberikan klarifikasi apapun.
“Kami sudah diperingatkan untuk tidak memberikan klarifikasi apapun karena saat ini semua petugas sedang fokus mencari korban yang hingga hari kelima ini belum ditemukan,” kata RD. Enchik, seorang Imam yang baru menjabat Kepala SMP Fransiskus Ruteng satu semester.
Ia mengaku, memang banyak publik bertanya tentang tanggapan sekolah terkait peristiwa ini, termasuk ada pihak yang mendatangi sekolah. Namun ia belum memberi penjelasan secara terperinci karena masih fokus ke pencarian korban.
Ia menambahkan, saat ini 10 orang anak yang menjadi saksi dalam peristiwa tenggelamnya rekan mereka Armendo sudah diinterogasi oleh Polsek Reo dan 10 orang anak itu sedang diistirahatkan di rumah masing-masing untuk pemulihan psikologis.
Waktu pemeriksaan, kata dia, pihak sekolah turut mendampingi 10 orang anak itu sejak pagi hingga sore hari.
“Saya sendiri yang dampingi mereka pada hari pemeriksaan, kurang lebih berjalan sejak jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Mereka sekarang sedang diistirahatkan di rumah masing-masing untuk pemulihan psikologis,” ujar Enchik.
Sebagai bentuk dukungan dalam upaya pencarian korban, Enchik mengaku pihak sekolah mengirimkan bantuan sembako untuk petugas.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bahwa pihak sekolah turut mendukung upaya pencarian korban sampai jasadnya ditemukan.
“Kami turut mendukung upaya pencarian ini, meski tidak ada alat canggih seperti tim SAR kami membantu dengan memberikan sembako berupa beras, telur, mie, kopi dan gula untuk petugas,” kata Enchik.
Untuk diketahui, berdasarkan keterangan awal, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Korban bersama teman-temannya bergerak menuju lokasi air terjun Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat setelah sebelumnya bertemu dengan pengelola untuk meminta izin masuk.
Saat itu, rombongan diizinkan masuk dengan syarat tidak melompat ke air terjun atau mandi, melainkan hanya untuk berfoto.
Namun, setibanya di tepi air, rombongan tersebut diduga tidak mengindahkan imbauan tersebut. Mereka berganti pakaian dan mandi di sekitar lokasi.
Tidak lama kemudian, rombongan lain berteriak histeris meminta pertolongan setelah salah satu dari mereka hanyut terbawa arus dan tenggelam.
Irenius disebut sempat mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Penulis: Berto Davids

