Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana
MAHASISWA

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

By Redaksi27 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma, saat menyampaikan pidato pada acara Wisuda Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Periode I Tahun 2026 yang digelar Universitas Nusa Cendana di Grha Cendana, Kupang, Kamis, 26 Februari 2026 (Foto: Dio Ceunfin)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma, meraih gelar doktor pada Wisuda Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Periode I Tahun 2026 yang digelar Universitas Nusa Cendana di Grha Cendana, Kupang, Kamis, 26 Februari 2026.

Johanis, yang akrab disapa Johni Asadoma, lulus sebagai Doktor Ilmu Administrasi dengan indeks prestasi kumulatif 3,95. Ia menjadi salah satu dari 1.038 wisudawan yang dikukuhkan pada upacara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Johanis hadir mewakili pemerintah sekaligus menyampaikan sambutan sebagai perwakilan wisudawan. Ia menegaskan, wisuda bukan akhir perjuangan, melainkan awal memasuki tantangan baru.

“Hari ini bukan garis akhir dari perjuangan saudara, tapi ini adalah garis awal dalam perjalanan hidup. Saudara lulus di tengah dunia yang berubah sangat cepat teknologi, pola ekonomi, hingga pola hidup,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di NTT. Menurut dia, sekitar 7.000 sarjana, mulai dari S1 hingga S3, masih menganggur dan mencari pekerjaan. Universitas ternama maupun IPK tinggi, kata dia, tidak lagi menjadi jaminan tunggal kesuksesan.

“Kita tidak kekurangan orang pintar, teori, atau wacana. Yang kita butuhkan adalah generasi yang mampu mengubah pengetahuan menjadi solusi nyata untuk memecahkan persoalan masyarakat,” lanjut Johni.

Johanis memaparkan sejumlah tantangan di NTT, seperti tingginya angka kemiskinan, rendahnya produktivitas daerah, belum meratanya akses air bersih, serta transformasi ekonomi yang belum bernilai tambah.

Ia meminta lulusan Undana tidak menjadi penonton di tengah persoalan tersebut dan berkontribusi pada sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, hingga energi terbarukan.

“NTT membutuhkan orang-orang yang berintegritas, jujur, dan siap berkorban. Lulusan Undana tidak dididik untuk menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan yang berdampak bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Rektor Undana, Jefri S. Bale, dalam orasinya menggunakan metafora bidak kuda dalam permainan catur untuk menggambarkan karakter lulusan perguruan tinggi.

“Kuda mengajarkan kita tentang inovasi dan keunikan cara berpikir yang out of the box. Ia tidak bergerak secara linear atau lurus-lurus saja,” ujar Jefri Bale.

Ia menekankan pentingnya penempatan diri di “pusat perubahan” agar lulusan mampu memberi dampak maksimal, dan tidak terjebak di “sudut kenyamanan”.

“Pesan saya bagi alumni: carilah tempat yang tepat. Jangan membatasi potensi saudara di sudut-sudut kenyamanan. Beradalah di tengah pusat perubahan, di tengah komunitas yang menantang, di tempat di mana keahlian saudara bisa memberikan dampak maksimal,” tegasnya. [VoN]

Johanis Asadoma Johni Asadoma Undana Undana Kupang Wakil Gubernur NTT
Previous ArticleNTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian
Next Article Menakar Ulang Prioritas Anggaran di Tengah Keterbatasan Fiskal Daerah

Related Posts

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

GMNI Jakarta Ajukan Nota Keberatan ke Presiden soal Perjanjian Dagang Indonesia–AS

24 Februari 2026

Setahun Melki–Johni Pimpin NTT: Klaim Capaian Ekonomi hingga Stunting Dipersoalkan DPRD

21 Februari 2026
Terkini

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.