Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Panggilan akan Kemuliaan Allah antara Berkat dan Kutuk, Hidup dan Mati
Gagasan

Panggilan akan Kemuliaan Allah antara Berkat dan Kutuk, Hidup dan Mati

By Redaksi28 Februari 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Minggu Prapaskah II, Tahun A; Minggu, 1 Maret 2026; Kej 12:1-4a; Mzm 33: 4-5.18-19.20-22; R:22; 2 Tim 1:8b-10; Mat 17:1-9)

Oleh: Rm. Inosensius Sutam

1

Kemuliaan hidup itu adalah perjuangan yang penuh dengan liku-liku, jatuh-bangun, antara beban dan ringan, suka dan duka, sampai pada pilihan antara berkat dan kutukan, hidup dan maut. Ketiga bacaan hari ini melihat perjuangan iman sebagai sebuah panggilan yang menembus batas-batas wilayah hidup, kebiasaan, dan batas pengetahuan kita.

2

Dalam bacaan pertama (Kej 12:1-4a), Abram menjadi sumber berkat dan kutukan. Ia dipanggil Tuhan untuk keluar dari tempat tinggalnya, dan pergi ke negeri yang akan ditunjuk Tuhan padanya. Akan memberinya berkat dan kemasyuran. Namun serba belum jelas: negeri itu di mana, ke arah mana. Berkat yang diterima dalam hal apa? seperti apa? Kemasyuran yang diterima bentuknya seperti apa. Berkat dan kutukan dalam hal apa? Namun dalam ketidakjelasan itu Abram tetap berangkat. Meninggal segala-galanya. Inilah jawaban iman. Iman itu adalah bertindak jelas dalam wilayah abu-abu, bertindak melampaui kemustahilan atau absurditas, berharap dalam kehampaan. Ia melampui batas. Untuk menjawab Allah yang tanpa batas.

3

Dalam bacaan kedua (2 Tim 1:8b-10), seperti Abram, kita dipanggil oleh Kristus yang mematahkan maut dan mendatangkan hidup. Inilah panggilan kudus untuk menyelamatkan kita bukan karena perbuatan kita. Tetapi karena kasih karunia Allah sendiri. Kita yang terkutuk karena dosa, mendapat keselamatan dalam Kristus yang adalah berkat dan rahmat bagi kita. Tetapi secara sosial-kultural mungkin kita menderita. Karena menerima rahmat Tuhan adalah sebuah pilihan yang sering membuat kita meninggalkan kebiasaan kita yang lama sama seperti Abram.

4

Dalam bacaan Injil (Mat 17:1-9), Yesus memanggil Petrus, Yakobus, dan Yohanes dan saudara-saudaranya untuk naik ke gunung yang tinggi. Para murid ini dipanggil keluar sejenak dari rutinitas hariannya. Mereka menyaksikan penampakan yang melampaui nalarnya. Yesus berubah rupa: wajahNya bersinar dan pakaianNya terang. Lalu nampak Elia dan Musa yang berbicara dengan Yesus. Kemudian turunlah awan terang. Dari dalam awan itu, ada suara yang memberikan tiga pesan singkat jelas: “(1) Inilah anakKu yang Kukasihi; (2) kepandaNyalah Aku berkenan; (3) dengarkanlah Dia”. Inilah peristiwa kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Allah harus dibawa turun gunung dalam hidup sehari-hari.

5

Bacaan hari memanggil kita untuk memahami tiga hal berikut:

Pertama, Allah telah memanggil Abram dan para mudir untuk keluar dari tempat tinggal dan hidup harian. Kita juga dipanggil untuk keluar dari lingkaran orang-orang di sekitar kita, dari kebiasaan kita, menuju pengalaman baru. Keluar dari lingkaran kebiasaan yang meracuni: rasa malas, mabuk, judi, mabuk medsos, keluar kebiasaan yang kurang baik: fitnah, judi, provokator, dll. Keluar juga dari lingkaran manusia yang meracuni hidupmu: menjilat dengan pujian, padahal hanya mau menguasaimu, atau mengeritik atau menghina untuk mengecilkan semangat dan kekuatanmu. Keluar semua racun (toksik) ini.

6

Kedua, panggilan Allah membawa kita kepada perubahan hidup: dari kutukan menjadi berkat, dari maut/mati menuju hidup, dari kegagalan menuju kesuksesan. Itu yang dialami oleh Abram dan para murid. Negeri yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada Abram dan gunung yang didaki oleh Yesus murid-muriNya adalah metafor atau perbandingan untuk hidup baru. Kesempatan baru. Awalnya pasti berat dan membingungkan. Tapi semuanya akan menjadi jelas dalam terang dan cahaya kasih karunia Allah.

7

Ketiga, hidup baru yang menjadi hasil dari proses panggilan Allah membawa kita kepada pengalaman spiritual yang sejati, yaitu melihat realitas ilahi dan mendengar suara Tuhan sendiri. Inilah kemuliaan hidup yang dialami para murid di puncak gunung. Inilah kemasyuran hidup yang dijanjikan Tuhan kepada Abram. Dengan itu kita menjadi berkat dan sumber hidup bagi sesama.

8

Keempat, seluruh proses panggilan hidup kita berlangsung dalam ruang hidup dan alam. Tadi dalam bacaan, kita mendengar kisah tentang negeri yang ditunjuk Tuhan, tentang gunung, awan, matahari, terang, cahaya, tenda, dll. Proses perubahan hidup kita, proses menuju puncak iman dalam kemuliaan selalu terjadi dalam lingkungan hidup kita. Iman selalu bersifat ekologis.

9

Dalam masa prapaskah ini, mari kita mendengar panggilan akan kemuliaan Allah yang menjadikan kita berkat dan menghindari kutukan, membawa kita kepada hidup dan menghindari kematian kekal.

 

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticlePBVSI NTT Siapkan Program Pembinaan Usai Voli Indoor Ditetapkan Dipertandingkan di PON 2028
Next Article Mantan Sekda Rote Ndao: Belanja Pegawai APBD Wajib Maksimal 30 Persen, Langgar Terancam Sanksi Transfer Dana

Related Posts

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Lagu MBG: Ketika Rakyat Berbicara lewat Nada

2 Juni 2026

Pancasila Sebagai Identitas Nasional: Menjaga Jiwa Indonesia di Tengah Arus Zaman

1 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.