Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Pengusaha WO di Ruteng Mengaku Jadi Korban Dugaan Penipuan, Sebut Rugi Jutaan Rupiah
HUKUM DAN KEAMANAN

Pengusaha WO di Ruteng Mengaku Jadi Korban Dugaan Penipuan, Sebut Rugi Jutaan Rupiah

By Redaksi27 April 20264 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Pengusaha Wedding Organizer (WO) di Ruteng, Gusty Bar, mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang diduga dilakukan Theresiani Alphanita Gagur.

Gusty menyebut dirinya mengalami kerugian jutaan rupiah setelah memesan sejumlah barang untuk kebutuhan usahanya.

Kepada VoxNtt.com, Minggu, 26 April 2026, Gusty menceritakan awal mula kejadian tersebut. Ia menegaskan tidak keberatan identitas dan nama usahanya dipublikasikan.

“Saya cerita yang akurat punya bukti transaksi dan chating.”

Menurut Gusty, persoalan bermula saat ia membutuhkan bunga untuk keperluan dekorasi acara pada April 2025.

“Saya punya usaha Wedding Organizer. Tahun 2025 bulan April saya ada event. Waktu itu eventnya cukup banyak. Saya kenal dia kebetulan rekomendasi dari kawan yang punya vendor dekorasi juga,” kata Gusty.

Karena masih kekurangan bunga, ia kemudian mencoba menghubungi Theresiani melalui Instagram. Namun pesan yang dikirim tidak mendapat balasan sehingga ia menghubungi nomor telepon yang tertera di akun tersebut melalui WhatsApp.

“Saya DM dia di Instagram, dia tidak respons lalu kebetulan di situ tertera nomornya saya ambil lalu kontak via WhatsApp.”

“Akun yang DM waktu itu ada postingan tentang MUA. Saya kemudian chat lewat pesan WhatApp,” katanya menambahkan.

Melalui WhatsApp, lanjut Gusty, Theresiani merespons dan menanyakan asal serta maksud dirinya menghubungi.

“Dia kemudian respon dan tanya saya dari mana. Saya langsung to the point karena urgen langsung omong chat bukan untuk mengganggu tapi untuk urusan bisnis,” katanya.

Setelah menjelaskan kebutuhannya, Gusty mengaku ditawari jasa pembelian bunga di Jawa yang nantinya dibawa ke Manggarai.

“Kemudian dia tanya mau beli apa, saya bilang mau beli bunga. Dia kemudian bilang kalau mau titip di saya saja untuk beli bunga karena saya mau pulang Manggarai,” ujarnya.

Meski belum saling mengenal, Gusty mengaku percaya dan kemudian mentransfer uang sebesar Rp9 juta, termasuk ongkos kirim, untuk pembelian bunga.

“Waktu itu saya belum kenal dia, belum tahu orang seperti apa. Tapi dia kan omong panjang lebar di telepon. Saya kemudian bilang kalau mau pulang Manggarai saya butuh bunga sebelum tanggal 24 April 2025 untuk event,” kenangnya.

“Saya kemudian transfer uang nominal 9 juta, total dengan ongkir,” ujarnya.

Menurut Gusty, barang memang sempat dibawa ke Manggarai, namun jumlahnya dinilai tidak sesuai dengan nilai uang yang telah dikirim.

“Sampai di Manggarai memang barangnya ada. Tapi ketika saya lihat kok barangnya segini saja dengan nominal uang yang sudah saya transfer. Kalau uang 9 juta sebenarnya lebih banyak. Saya memang tidak persoalkan,” katanya.

Setelah kejadian itu, Gusty kembali mengirim uang sebesar Rp3 juta untuk membeli karpet dan barang lainnya karena kebutuhan usahanya mendesak. Namun, barang yang dijanjikan disebut tidak pernah diterima hingga kini.

“Setelah itu dia telepon lagi, dia tanya mungkin ada barang yang mau dibelikan lagi. Saya transfer uang 3 juta untuk beli karpet dan barang barang-barang lainnya dan sampai saat ini barangnya tidak pernah ada,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan utama bukan pada nominal uang, melainkan dampaknya terhadap usahanya karena kebutuhan klien tidak terpenuhi.

“Saya sih tidak persoalkan uangnya. Memang bagi dia mungkin uangnya kecil. Hanya pada saat itu barang itu sangat saya butuhkan. Karena tidak sesuai dengan keinginan klien saya mereka protes,” ujarnya.

Gusty juga mengaku telah berulang kali menghubungi Theresiani, namun tidak mendapat respons. Tiga bulan kemudian, ia mengunggah keluhannya di Facebook.

“Waktu itu saya sempat posting di Facebook setelah tiga bulan saya kontak dia tidak respon. Setelah saya posting kemudian, esoknya dia langsung telepon syaa panjang lebar. Postingan itu kemudian saya hapus lagi.”

“Uang 3 juta itu tidak ada kabarnya malah kemudian dia ancam saya katanya pencemaran nama baik atau apalah,” katanya menambahkan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh VoxNtt.com, Theresiani sedang menjalani pemeriksaan di Polres Manggarai oleh penyidik dari Polda NTT pada Minggu, 26 April 2026.

Sebelumnya, Polda NTT telah menetapkan Theresiani sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan perilaku curang yang dilaporkan seorang pria berinisial MBS asal Malaka.

Penulis: Ronis Natom

Kabupaten Manggarai Manggarai Polda NTT
Previous ArticlePembangunan Gerai KDMP di Manggarai Timur Baru Rampung Dua Desa
Next Article Kuasa Hukum Penggugat Nilai Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Sengketa Dua Sertifikat Tanah di Kupang

Related Posts

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Spesialis Tendang Bebas Jeims Moa Antar Desa Pinggang FC Raih Podium Dua di Turnamen U15 Kecamatan Cibal

2 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.