Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN»Pendidikan Lonto Leok Diluncurkan, Pemkab Matim Siap Mereplikasi
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pendidikan Lonto Leok Diluncurkan, Pemkab Matim Siap Mereplikasi

By Redaksi3 Mei 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Acara peluncuran pendidikan lonto leok di Matim (Foto: Jefrin Haryanto)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pendidikan kontekstual Lonto Leok Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sudah resmi diluncurkan, Selasa (2/5/2017).

Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas ) ke – 72 tingkat Kabupaten Matim di Lapangan Apel Lehong-Borong.

Launching pendekatan pembelajaran pendidikan karakter konstekstual lonto leok ini ditandai dengan penandatangan Banner program oleh Bupati Matim Yoseph Tote, didampingi wakil bupati, Pimpinan DPR, Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan (PK) dan Direktur Wahana Visi Indonesia ADP Matim.

Dalam kesempatan itu Kadis PK Matim,  Frederika Soch berjanji akan mereplikasi model pembelajaran lonto leok secara meluas di seluruh sekolah di kabupaten itu.

“Prinsip kami, pendidikan adalah urusan semua orang, jadi kami sangat terbuka terhadap pihak-pihak yang  ikut secara bersama membangun pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur. Apa yang sudah dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia adalah bukti bahwa banyak pihak peduli dan pemerintah harus terbuka terhadap hal-hal baik yang tujuannya baik,” kata Frederika dalam press release yang diterima VoxNtt.com, Rabu, (3/5/2017).

Untuk diketahui, pendidikan kontekstual lonto leok pertama kali diterapkan oleh WVI Matim di berbagai sekolah dampingannya pada tahun 2016 lalu. Lonto Leok dalam budaya Manggarai berarti duduk bersama untuk berdiskusi dalam mencapai mufakat.

Dalam acara peluncuran itu, Manager  WVI ADP  Matim Margaretha EgaWoda, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Matim karena sangat aktif dan mau terlibat dalam pelaksanaan Program Pendidikan Karakter kontekstual lonto leok.

“Kami merasa sangat dibantu dengan respon aktif Pemerintah Daerah. Kami berterima Kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, Pimpinan DPRD, Kadis PK dan seluruh element masyarakat Kabupaten Manggarai Timur yang telah sangat baik menerapkan apa yang menjadi tema dan sprit pembangunan pendidikan di Manggarai Timur yaitu Pendidikan Oleh Semua,” ujar Margaretha.

Jurnal Kosa Kata Ikut Diluncurkan

Pada Kesempatan yang sama, dalam rangka mendukung program Pembelajaran Kontekstual Lonto leok , Bupati Yoseph Tote juga meluncurkan Jurnal Pendidikan Karakter Kontekstual Lonto leok Kosa Kata.

Jurnal pendidikan ini sebagai bentuk kongkrit dalam upaya peningkatan mutu guru. Jurnal juga memberi ruang bagi guru untuk menulis dan membagi paraktik baik yang dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Konsultan Lembaga riset dan training psikolog Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC), Elsa Sambang menyatakan kesiapannya mendampingi guru-guru dalam menulis.

Prosesnya kata dia, akan learning by doing.

“Jadi jangan takut untuk menulis, karena guru akan kami dampingi,” kata Sambang.

Dia menjelaskan menulis dan membaca harus menjadi budaya para guru di Kabupaten Matim. Jurnal kosa kata itu rumah menulis bagi guru.

Kadis PK Matim, Fredericha Soch menyambut baik lahirnya Jurnal Pendidikan ini.

“Kami berterima kasih kepada Wahana Visi Indonesia yang memfasilitasi Jurnal ini dan mendampingi para guru kami untuk menulis. Literasi yang sesungguhnya itu harus dimulai dari guru,” ujar Frederika.

“Anak menulis dan membaca itu harus dimulai dengan contoh yang baik dari gurunya,” tambahnya.

Frederika mengaku, Bupati Tote selalu mengingatkan untuk serius mengembangkan budaya literasi ini, baik pada guru maupun pada anak-anak. Jurnal pendidikan kosa kata ini adalah salah satu jawabannya.

“Semoga bisa membantu banyak guru-guru kita untuk selalu menjadi guru pembelajar,” katanya. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleIni Penjelasan Pihak TNK Terkait Wisatawan yang Digigit Komodo
Next Article Aset Koperasi Fa Masa Capai Rp‎ 1 Miliar Lebih

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.